Siapkan Anak Mandiri dengan #uninstallkhawatir

Siapkan Anak Mandiri dengan #uninstallkhawatir

Waktu terus bergerak, tanpa terasa anak sulung saya sebentar lagi berusia 15 tahun, dan anak kedua 11 tahun. Keduanya sudah masuk usia belasan, meski yang satu baru masuk ke pra-remaja.

Dalam materi homeschooling keluarga kami, pembekalan masa remaja memang sedang digiatkan. Banyak hal yang menjadi PR saya dan suami. Kalau saya tarik garis mundur ke belakang, semua proses ini dimulai ketika anak saya yang pertama masuk usia pre-teen, usia adiknya sekarang.

Menghadapi anak-anak yang masuk usia remaja, membuat saya orangtuanya harus belajar lebih banyak dari mereka. Belajar mendengar, belajar diskusi, belajar memahami dan menjadi teman dalam kegiatan keseharian mereka.

Ada beberapa poin yang menjadi titik fokus kami untuk persiapan akil balighnya:

  1. Materi akidah dan adab.

Ini tentunya materi yang terus berlanjut dan akan terus berkesinambungan sampai mereka dewasa dan memisahkan diri dari orangtuanya. Pendidikan utama yang kami berikan baik secara mandiri di rumah atau melalui guru/ustadz di luar.  Menurut saya, ketika anak kita akan mulai kita lepas lebih sering ke luar, basic akidah dan adab sangat penting. Akidah ini untuk menjaga mereka dari pengaruh ghazwul fikr yang mungkin mereka temukan. Adab juga sangat penting sebagai bekal mereka berinteraksi dengan orang lain di luar orangtuanya.

  1. Materi ibadah dan pendidikan seksual.

Banyak hal-hal baru yang perlu mereka ketahui begitu menjadi akil baligh nanti. Misalnya tentang bersuci, najis, bagaimana ibadah yang benar dan sesuai dengan tuntunan. Tentang pendidikan seks, tentunya kami mengenalkan konsekuensi ibadah bagi akil baligh, bagaimana pergaulan dengan lawan jenis dan ilmu reproduksi secara bertahap.  Untuk ilmu reproduksi, saya lebih hati-hati sih. Karena menyampaikannya sering takut salah, dan menunggu mereka benar-benar siap. Biasanya saya lakukan empat mata dengan anak satu persatu.

  1. Materi kemandirian.

Tentang kemandirian, ada banyak aspek yang akan dibahas, sehingga kami melakukannya bertahap. Karena kami adalah keluarga homeschooler, kemandirian belajar tentunya sudah menjadi bahasan paling awal. Selanjutnya dengan meningkatnya usia anak-anak, kemandirian finansial dan berani beraktivitas sendiri sudah mulai ditanamkan.  Kemandirian finansial ini tentunya baru dalam taraf pembekalan, yaitu tentang mengeksplorasi minat dan bakat mereka kemudian menggali potensi agar passion yang mereka miliki itu bisa menghasilkan uang. Tentang kemandirian beraktivitas, dimulai dengan melakukan kegiatan dan bepergian sendiri tanpa orangtua. Hal ini baru banyak dilakukan pada anak saya yang laki-laki, karena untuk yang perempuan masih deg-degan melepasnya.

 

Berani Melepas Anak adalah Tantangan Buat Orangtua

Rasanya yang harus belajar me-manage hati ketika anak-anak mulai beraktivitas sendiri justru adalah orangtua. Anaknya biasanya senang saja bisa pergi sendiri atau berkegiatan bersama teman-temannya, tanpa didampingi orangtua lagi. Tapi emaknya, was-wasnya gak beres-beres. Sebentar-sebentar cek ponsel dan kirim pesan “kamu udah di mana?”.

Maaf ya, emakmu ini rempong. Bukan kepo, tapi lebih ke khawatir.

Sebelumnya, anak saya bukan tipe yang rajin memberi kabar ketika sudah sampai lokasi atau hendak pindah tujuan. Dia baru mengabari kalau ada sesuatu yang darurat, seperti pernah dia kehilangan dompet dan bingung naik kendaraan apa ketika malam mulai larut dan dia ada di satu daerah asing dan terpisah dengan teman-temannya.

Hingga saya berpikir, “No news means good news” :D.

Pernah saya sampai menangis, karena enggak ada kabar dari anak saya yang dalam perjalanan pulang dari Jakarta Timur (rumah saya di Serpong) selama berjam-jamnya. Padahal prediksinya hanya 1,5 jam naik kereta. Ternyata baterai ponselnya mati dan dia ketiduran di kereta sehingga terlewat satu stasiun. Ada-ada aja deh.

Alhamdulillah, semuanya telah berlalu. Sekarang, setiap kali dia akan bepergian sendiri, kami briefing dulu dalam urusan keamanan dan meminta dia selalu menghubungi saya kalau sampai di tempat tujuan.

Selama ini, anak saya selalu menggunakan GOJEK dalam banyak perjalanannya. Namun saya belum memperkenankan dia menggunakan aplikasi sendiri, jadi masih dipesankan oleh saya agar tetap bisa terpantau lokasinya. Tapi sekarang, GOJEK mulai memperkenalkan fitur-fitur keamanan terbaru yang bisa bikin #UninstallKhawatir saya melepas anak berpergian sendiri.

uninstallkhawatir

 

Sudah Saatnya Kita #uninstallkhawatir via GOJEK

Saya dan keluarga cukup puas dengan pelayanan GOJEK dan belum pernah punya pengalaman negatif selama menggunakan aplikasinya, baik terhadap layanan aplikasinya maupun drivernya. Sehingga, saya percayakan juga anak saya untuk bepergian menggunakan moda transportasi GOJEK menuju dan dari stasiun.

Apalagi ternyata, sekarang GOJEK memperkenalkan fitur keamanan dan proses perekrutan yang ketatpelatihan driver melalui Rifat Drive Labs dan juga pembekalan edukasi kepada mitra driver. Melepas si anak bujang berkegiatan sendiri akan lebih menenangkan hati tentunya.

Tentunya, kita nggak pernah expecting ada kondisi darurat, tapi menyiapkan untuk segala kondisi sudah menjadi keharusan. Inovasi GOJEK, kini ada fitur emergency button/tombol darurat yang bisa digunakan jikalau diperlukan.

Contohnya jika terjadi kecelakaan lalu lintas atau ancaman keselamatan yang ditimbulkan oleh pihak luar (contoh pencurian/penjambretan) atau kondisi sekitar yang kurang aman. Kabar baik nih, Tombol Darurat sudah bisa diakses costumer GO-CAR se-Indonesia. Semoga bisa diakses di GO-RIDE juga ya. Eh tapi semoga kita gak pernah pakai fitur ini ya dan selalu aman di jalan.

bantuan keamanan gojek

Fitur lain yang baru dari GOJEK

Bagikan perjalanan

Nah ini yang diperlukan saat melepas anak, karena dengan fitur Bagikan Perjalanan, kita bisa mendapat informasi tentang titik pickup dan drop off, informasi pengendara secara detail (nama, nomor & jenis kendaraan dan nomor pemesanan) dan lokasi saya sekarang. Melalui fitur ini, pengguna dapat mengirimkan tautan berisi detail perjalanannya melalui whatsapp, LINE, sms dan aplikasi pesan singkat lainnya.

gojek bagikan perjalanan

 

Driver jempolan

Alhamdulillah, saya belum pernah mengalami keluhan selama menggunakan GOJEK, semoga enggak pernah ya. Karena GOJEK cukup selektif memilih driver sebagai mitra kerja dan memberikan pelatihan melalui Rifat Drive Labs (RDL GOJEK). Dalam training, para driver diberi pembekalan tentang tanggung jawab, kesabaran, dan empati; defensive riding; keselamatan berkendara; pre trip inspection; sesi praktik. Dalam waktu 4 tahun terakhir, lebih dari 300 ribu mitra pengendara GOJEK di 20 kota di Indonesia, sudah bergabung dalam program ini. Program ini masih berjalan dan setiap bulannya diikuti SEKITAR 10 ribu driver.

Mereka juga mendapatkan edukasi melalui #TrikNgetrip, sebuah program edukasi yang menyampaikan pesan, dengan cara yang menyenangkan untuk para mitra driver dalam memberikan pelayanan terbaik dan tips dalam berkendara serta perjalanan.

Tak hanya itu, GOJEK juga menyelenggarakan serangkaian workshop dalam upaya meningkatkan keterampilan mitra driver melalui Bengkel Belajar Mitra. Program ini rutin diselenggarakan di berbagai kota di Indonesia dengan menggandeng para profesional di bidangnya masing-masing untuk untuk memberi pembekalan kepada driver GOJEK dalam meningkatkan layanan dan mengasah pengetahuan di bidang lainnya.

Nah, untuk para mitra driver yang telah memberikan pelayanan super dan berkontribusi dalam masyarakat, GOJEK turut mengapresiasi dengan memberikan sebuah penghargaan, bernama Driver Jempolan. Penghargaan yang disematkan berupa pin pada jaket GOJEK mereka diberikan untuk memotivasi para mitra driver untuk selalu meningkatkan kualitas pelayanannya.

 

Asuransi GO-RIDE

Menurut saya, ini yang sangat baik dari GOJEK dalam menjamin keselamatan penggunanya selain poin-poin di atas, yaitu tersedianya asuransi keselamatan penumpang. Asuransi ini berlaku untuk pengguna layanan GO-RIDE dan otomatis aktif sejak dijemput hingga tiba di tujuan.

trip gojek diasuransikan

Buat saya, mengajarkan anak mandiri dalam berkegiatan sendiri, melatihnya berani untuk bepergian sendiri sangat terbantu dengan adanya fitur dan upaya meningkatkan keamanan yang ditawarkan oleh GOJEK ini. Saatnya kita #uninstallkhawatir dan mulai menggunakan aplikasi terbaru dari GOJEK. Jangan lupa untuk update aplikasinya untuk bisa mengakses fitur-fitur ini.

Mempersiapkan anak menuju kedewasaan tentunya penuh tantangan. Tapi Alhamdulillah, teknologi yang tepat guna bisa membantu kita, dan kita harus terus optimistis serta terus belajar bersama anak.

 

Share:

30 Comments

  1. April 30, 2019 / 7:39 am

    Saya merasakannya Mbak. DUh… perlu ilmu ikhlas melepas anak dan #uninstallkhawatir nih

  2. April 30, 2019 / 9:18 pm

    Alhamdulillah fitur-fitur barunya Go-Jek membuat kelg semakin merasa aman saat melepas anak untuk belajar mandiri ya mba…

  3. April 30, 2019 / 10:28 pm

    Fitu-fitur terbaru gojek ini emang alhamdulillah banget, bahkan adikku yang masih kelas 4 SD karena saking bingung ga ada yang anter les, diberanikan juga naik gojek karena ada fitur ini. Dan alhamdulillah baik2 aja, bener2 jadi uninstall khawatir deh…

  4. April 30, 2019 / 11:59 pm

    Setuju bangeeetttt.
    Anak saya juga mulai belajar mandiri, eh tepatnya mamaknya ini mulai belajar legowo melepas dia jadi anak mandiri dengan dia dijemput gojek saat abis les.

    Saya jadi lebih tenang karena adanya fitur terbaru dari GOJEK ini 🙂

  5. May 1, 2019 / 1:05 am

    makin aman dan nyaman pakai gojek ya mak, iya apalagi buat ngelepas anak naik gojek sendirian, fitur gini membantu banget buat kita

  6. May 1, 2019 / 8:14 am

    Kalau orang tua tuh memang udah bawaannya khawatir ya ketika melepas anak bepergian sendiri. Aku pun pernah mengalaminya mba. Anak gadis yang baru umur 14 tahun pengin pergi ketemuan ama teman2nya, naik bus coba. Gimana enggak deg2an. Kan mending naik Gojek aja, jadi bisa dipantau kan ya udah sampe mana gitu, enggak worry lagi kan yaaa..

  7. May 1, 2019 / 8:15 am

    Iya nih, makin merasa aman dan nyaman aja nih pake Gojek. Aku pun sering pesenin anak naik Gojek. Alhamdulillah, driver Gojek amanah. Makin cinta deh dengan Gojek ini.

  8. May 1, 2019 / 6:38 pm

    Jadi inget ponakanku mbk, sudah mulai diajari orangtuanya untuk mandiri. Termasuk urusan cari kendaraan, biasanya dipesanin. Sekarang sudah bisa pesan gojek sendiri.

    Fitur Gojek makin bagus ya, beneran #uninstallkhawatir deh

  9. May 1, 2019 / 7:50 pm

    anak saya yang SMP kalau pulang juga selalu pakai Gojek
    malah dia yang sering ngingetin, ma kasih tips dong buat abangnya hehehe

  10. May 1, 2019 / 9:35 pm

    Fitur terbaru dari Gojek ini keren-keren ya bikin pengguna jasanya gak kwatir lagi, ada asuransinya pula ya sekarang keren

  11. May 1, 2019 / 9:50 pm

    Melepas anak menjelang dewasa kadang dag dig dug juga ya mbak. Tapi kalau dipikir kan mereka harus mandiri juga. Dengan GOJEK semuanya jadi unistall khawatir banget apalagi fitur terbarunya lebih baik dan aman.

  12. May 1, 2019 / 10:25 pm

    Wahhh, aku pernah mengalami hal serupa kayak mba. Deg-degan pasti ya, udah nunggu sampai berjam-jam dan ternyata hapenya mati. Kayak gitu bikin ibu khawatir pasti.

    Nah dengan mengjari anak mandiri, kemana-mana naik GOJEK, kita jadi memiliki waktu untuk hal lain. Apalagi sekarang ada fitur baru uninstallkhawatir ini ya, jadi bisa share trip saat anak di jalan

  13. May 1, 2019 / 11:23 pm

    Karena ada fitur ini orangtua jadi tenang ya “melepas” anak keluar. Perjalanan terpantau, aman, dengann driver yang handal

  14. May 2, 2019 / 1:43 am

    Di Bandung juga sekarang udah banyak yang naik ojek itu anak-anak SD. Bahkan antar jemput pas Ibunya lagi ada kegiatan juga bisa dipantau dengan aplikasi gojek jadi ga perlu kuatir.

  15. May 2, 2019 / 4:10 am

    Berani melepas anak juga butuh ilmunya ya apalagi untuk melatih kemandiriannya, untungnya sudah ada gojek yang memberikan fasilitas aman dan nyaman saat harus melepas anak bepergian sendiri

  16. May 2, 2019 / 5:47 am

    No sorry ya mbk udah ada fitur yang bikin orang tua tenang tanpa khawatir sana sini good banget deh buat Go-Jek

  17. May 2, 2019 / 7:18 am

    Anakku juga abege nih mak. Langgananya Gojek. Kemana-mana seringnya naik gojek. Soalnya dari tempatku agak susah angkutan umumnya. Aku malah lagi usul sama pemda Bantul bikin angkot untuk anak sekolah hehehehe

  18. May 2, 2019 / 7:21 am

    Setuju banget mbak. Anakku juga nanti kalau udah gedean dikit akan coba diajarkan untuk berani sendiri pulang pergi sekolah atau les lah. Mau gak mau mereka harus belajar gak tergantung sama orang tua ya, diawali dari antar jemput gak sama kita tapi tetap bisa dipantau keberadaannya.

  19. May 2, 2019 / 7:33 am

    Anakku mulai sering pakai gojek nih mba, walaupun nggak tega tapi demi kemandiriannya ya ditega2in. Untung sekarang ada #unsintalkhawatir yaa, jadi hati lebih tenang melepas anak sendirian 🙂

  20. May 2, 2019 / 7:46 am

    Sekaraang jadi nggak perlu kuatir lagi ya mba ketika anak bepergian karena bagaimanapun sudah ada yang bisa diandalkan untuk transportasi

  21. May 2, 2019 / 8:13 am

    Suka banget semua fiturnya GOJEK yang terbaru
    paling seneng yang bagikan lokasi itu mba Anne
    keluarga jadi merasa tenang dan aku juga nyaman
    apalagi ada panggilan dadudat juga kalo ada apa2

  22. May 2, 2019 / 8:29 am

    Suka khawatir aku kak..
    No news is my bad feeling.
    Huhhuu…kenapa mama ga bisa selow yaa…

    Alhamdulillah,
    Gojek membantu mama-mama untuk terus ikut memantau perjalanan.

  23. May 2, 2019 / 8:36 am

    mantap banget fitur terbaru gojek ya mba. Bisa melepas anak tanpa khawatir lagi.

  24. May 2, 2019 / 8:37 am

    Jadi semakin nyaman ya menggunakan gojek, karena kita bisa dengan mudah memantau.
    Dulu aku dari SD sudah dibiarkan naik kendaraan umum 🙂

  25. May 2, 2019 / 8:42 am

    Nggak kebayang deg²annya kayak apa ya Mba, pas anak pergi nggak ada kabar padahal udah seharusnya sampe rumah.

    Fitur baru Gojek membantu banget nih atasi rasa khawatir. Bisa ngetrack perjalanannya sampai mana.

  26. May 2, 2019 / 9:12 am

    Anak-anakku sudah diajarkan mandiri sejak kecil mba.. apalagi kami tinggal berpindah-pindah di negara lain. Gojek oke banget yaaa fiturnya

  27. May 2, 2019 / 9:28 am

    Nah asyik ada fitur ini ya mbak, jd kalau “nitip” anak naik ojol gak khawatir lagi 😀
    Udah gtu sekarang ada asuransinya pula buat penumpang, makin aman dan nyaman deh kalau naik gojek 😀

  28. May 2, 2019 / 9:45 am

    Aku pernah juga Anne ngalamin khawatir berat pas anak sulungku baru kuliah dan sampe malam belum pulang padahal kuliahnya yg aku tau selesai sore. Ternyata anakku ketiduran sampe kereta mentok di stasiun kota

  29. May 2, 2019 / 10:01 am

    Sebentar lagi anakku yang kedua masuk SMP dan kayaknya akan lebih sering ke sekolah pake Gojek, deh. Dengan adanya fitur-fitur baru dari Gojek, nggak akan kuatir lagi bakalan kenapa-kenapa sama anakku

  30. May 3, 2019 / 1:20 pm

    hal yang kupastiin ketika mau traveling adalah “apakah di sana ada gojek?”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *