Resolusi Keluarga buat 2014

newyear1

copied from here

Bicara resolusi awal tahun, saya dan keluarga juga bikin target dan resolusi terbaru kami untuk tahun 2014. Ini pertama kalinya saya melibatkan anak-anak dalam menyusun rencana tahunan. Biasanya cuma saya dan suami aja.

Ternyata mendengar harapan anak-anak bagi diri mereka sendiri itu justru bikin saya sebagai orang tua merasa khawatir. Khawatir kalah saingan dengan targetan anak-anak. Hehehe.

Ini beberapa poin-poin resolusi kami masing-masing.

1. Abi Fitra

–          Memorize the whole juz …… (nggak perlu disebut ya juz berapa ;p)

–          Starting the business (fish and freshwater lobster)

–          Reach 71.5 kg body weight (cieeee, gaya bener)

–          Be consistent at ODOJ/One Day One Juz

2. Ummi Anne

–          Memorize the whole juz …. by mid of 2014 (hahahah, muluk-muluk banget ya. Tapi masa gak bisa sih *nantang diri sendiri*)

–          Publish my novel (resolusi dari tahun ke tahun yang nggak tercapai terus)

–          Post more writing into blogs

–          Do sport (ini request anak-anak, supaya umminya gak makin gendut)

–          More discipline to schedule

–          Better at photography

–          Finish CRW course (insya Allah by mid of 2014)

3. Aa Naufal

–          Better in science and math (gaya nih, padahal katanya nggak suka Math)

–          Overcome my fear of heights by climbing a high tree (kenapa gak bungee jumping aje ;p)

–          Eat much and consume healthy food (program penggemukan)

–          Play harder (boleeeh, asal seimbang indoor and outdoor ya)

–          Find animals footprints

4. Eneng Kayyisha

–          Learn more about dentistry (ya ampun, umminya bingung ini mau ngajarin apa coba? Ngukir lilin dan gips??)

–          Be able to read

–          Do ballet

–          Make stuff out of paper

–          Better at drawing

–          Have kittens, rabbits and guinea pigs (hadoooh, capedeh)

 

See, saya takjub baca resolusi anak-anak. Mereka sepertinya udah bisa mengukur harapan dan kemampuan mereka untuk bisa mencapainya.

copied from here

Resolusi mereka tampaknya visioner tapi measurable. Nggak kayak resolusi saya, yang tampak keren tapi sayanya gak konsisten sendiri. Dan dari tahun ke tahun ituuu aja. Ganti agenda doang.

Nggak nyangka juga, ternyata mereka udah mulai gede. Udah paham tentang harapan dan cita-cita. Saya takut deh kalo mereka cepet-cepet gede. Nanti nggak bisa sering-sering cium deh. #mulaingelantur

Penting apa nggak sih bikin resolusi di awal tahun? Sebenernya nggak juga, kalau menurut saya. Maksudnya, resolusi itu nggak musti dibuat di awal tahun. Jeleknya, kadang kita cuma ingat di bulan-bulan awal. Mulai menuju tengah, lupa semua deh itu resolusi.

Jadi yang penting, kayaknya kita harus selalu merencanakan aktivitas kita setiap hari. Membuat resolusi harian (dengan atau tanpa resolusi tahunan). Saya memang tipenya planner. Saya suka organising kegiatan saya pribadi, dan bikin daftar checklist. Dan bangga sekali kalau di akhir hari/minggu banyak daftar tersebut yang saya kasih tanda checked.

Mudah-mudahan, akhir tahun nanti, resolusi kami ini mendapat tanda checked. Aamiin. Yuk, bikin resolusimu sendiri.

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published.