Pilihan Destinasi untuk Travelschooling

Pilihan Destinasi untuk Travelschooling

Buat kami praktisi homeschooling, perjalanan seringkali kami sebut sebagai travelschooling karena dalam proses traveling ini kami memasukkan agenda belajar.  Kami menjadikan perjalanan-perjalanan itu masukan untuk menghasilkan karya atau bahan diskusi.

Setelah anak-anak semakin besar, tentunya perjalanan travelschooling nggak sebatas mendatangi museum-museum atau peninggalan sejarah saja. Tapi semua traveling dalam rangka apapun sebisa mungkin menjadi sarana belajar.

Dalam beberapa perjalanan travelschooling ini, kami seringkali melakukannya bertiga saja, alias tanpa suami. Hanya saya, Nau dan Kay. Atau tetap berempat, tapi kami punya agenda yang berbeda sehingga terpaksa harus berangkat tanpa suami. Tentunya, ketika perjalanan ini dilakukan tanpa suami ada beberapa keterbatasan.

Misalnya dalam urusan transportasi. Kami agak hati-hati memilih dan lebih suka pilih yang nyaman. Beda dengan ketika pergi dengan suami, jiwa petualangan kami memang lebih keluar sehingga kami malah ingin mencoba beragam pengalaman yang memaksa keluar dari zona nyaman.

Salah satu cerita yang seru adalah dalam perjalanan pulang dari Bromo menuju Malang. Saat itu kami berempat backpackeran, dimana seluruh aktivitas dilakukan secara spontan. Memilih kendaraan pun tanpa pakai perencanaan. Seadanya saja.

Di siang itu, kami rencana turun gunung kembali ke Malang untuk melanjutkan ke destinasi berikutnya. Transportasi yang ada adalah kendaraan minibus, atau kami menyebutnya elf. Penumpang elf yang nggak kunjung penuh, membuat kami ikut ngetem selama lebih dari tiga jam. Kami tertidur cukup lama di elf dan bangun dalam kondisi mobil belum berangkat juga.

Ada serunya sih mencoba petualangan-petualangan seperti itu. Tapi kami nggak mau melakukannya ketika hanya berangkat bertiga saja. Karena terbayang kerepotannya.

travelschooling

saat backpackeran ke Bromo

Kisah Antar Jemput Bandara dalam Perjalanan Travelschooling Kami

 

Ini adalah satu catatan perjalanan saya dan anak-anak ketika berkunjung ke rumah seorang sahabat untuk belajar ilustrasi dengan watercolor, selama 3 hari di kota Malang.

Jadi selama 3 hari, kami berkunjung ke rumah mbak DK Wardhani, beliau seorang penulis dan illustrator yang bersedia berbagi ilmu kepada saya dan anak-anak. Kesediaan beliau menerima kami, adalah sebuah anugerah.

Perjalanan ini dilakukan di weekdays, dan tentunya suami nggak bisa ikut. Awalnya sih sempat deg-degan karena belum pernah ke Malang sebelumnya. Akhirnya dengan support anak-anak juga kami bertiga berangkat di pagi hari menuju Bandara Halim Perdanakusumah Jakarta Timur dan terbang ke Bandara Abdurrachman Saleh.

Sampai di Bandara Malang, saya sempat antri taksi. Ternyata antriannya cukup panjang. Saya kurang paham apakah ini terjadi setiap hari atau baru kali itu aja antriannya panjang. Seorang calo taksi mendekati saya dan menawarkan tumpangan lewat jalur cepat, tapi dia menolak karena ternyata jarak tempuhnya nggak terlalu jauh.

Ahh bingung deh. Saya berpikir, kalau ada suami pasti lebih mudah karena dia biasa sudah mengurus semua dengan rapi. Saya dan anak-anak tinggal ikut aja.

“Pakai apps aja. Sekarang bisa minta antar jemput bandara di Traveloka.” Begitu pesan suami via whatsapp.

Oow, saya baru tahu. Beginilah kalau kurang update dengan informasi dan teknologi ya. Dan jadilah saya memesan kendaraan untuk antar jemput bandara ini. Enaknya lagi, kita lebih tenang aja. Gak khawatir antrian diserobot (saya paling benci urusan serobot-serobot antrian ini).

Enaknya lagi, kita bisa memilih kendaraan yang mau dipakai. Pilihannya banyak, seperti Avanza/Xenia, Innova, Mobilio, Camry, Alphard sampai Mercedes Benz. Dari awal kita yang memilih, tinggal sesuaikan aja dengan budget.

Pulangnya juga begitu, tinggal minta jemput kembali ke hotel untuk membawa kita ke Bandara. Transaksinya mudah dan cepat. Sejak saat itu, kalau kami sedang ingin cari kemudahan, kami pakai aplikasi traveloka. Kecuali sedang ingin mencari tantangan, kami pilih moda transportasi umum seperti bus kota atau angkot.

traveloka

salah satu kendaraan antar jemput bandara di Traveloka

Travelschooling Enaknya Kemana?

 

Dalam tulisan lama saya pernah menulis tentang perlengkapan wajib saat travelschooling. Lalu kemana enaknya melakukan travelschooling?

Jawabannya singkat: travelschooling bisa dilakukan kemana saja.

Bahkan ketika kita pergi ke pasar pun, ini bisa dikategorikan dengan travelschooling. Mengajak anak-anak belanja, mengenalkan dengan beragam hal yang ditemui mulai awal perjalanan hingga kembali ke rumah.

Tentunya travelschooling yang seru adalah ke tempat-tempat yang memiliki nilai sejarah dan budaya. Indonesia memiliki beragam tempat menarik dan seru untuk didatangi. Kalau ingin mencoba ke luar negeri juga pasti akan lebih menarik.

Yang penting untuk diperhatikan dalam proses travelschooling adalah, kita mengutamakan proses belajar. Di awal sebelum memulai, biasanya saya membuat kesepakatan dengan anak-anak apa tujuan perjalanannya dan apa rules-nya. Saya sering membuat rule bahwa perjalanan kita harus bebas keluhan. Nggak boleh ada yang mengeluh dengan apapun yang dihadapi. Lihat sekitarmu, amati dan ambil hal-hal penting untuk didiskusikan bersama.

Lebih baik lagi, kalau anak-anak membuat output hasil perjalanannya seperti stok foto, jurnal, sketsa atau cerita. Anak-anak saya sering menuliskan hasil perjalanannya di blog atau memosting hasil fotonya di Instagram mereka.

Menurut kami, semua perjalanan itu sama. Siapapun bisa melakukannya. Tapi perjalanan yang berkesan adalah jika kita bisa memetik hikmah dan mengambil ilmu dari perjalanan tersebut.

gala yuzawa

salah satu karya foto Nau yang dipamerkan di Ofest, hasil perjalanan ke Gala Yuzawa Jepang

Share:

30 Comments

  1. March 24, 2019 / 10:25 am

    Traveling itu memang jd tempat kita buat belajar ya mbak.
    Btw, keren banget fotonya.

  2. March 24, 2019 / 5:26 pm

    Wow, Mbak, saya tak tahu Mbak dan suami praktisi homeschooling. Keren anak-anak diajak melakukan perjalanan dalam rangka belajar bukan sekadar melancong biasa.
    Fotonya cakep, memberi kesan syahdu. Hebat anak-anak dalam usia dini sudah mampu berbuat banyak, sesuatu yang belum tentu bisa diperoleh di bangku sekolah.
    Saya rasa ibu mana pun tak akan nyaman jika bertualang bersama anak-anak tanpa didampingi suami. Saya juga sama, ha ha. Bukan kurang mandiri melainkan perjalanan dengan suami rasanya lebih tenang karena ada pelindung dan pengayom.
    Syukurnya pesan kendaraan bisa lewat Traveloka. Jadi tenang, deh.

  3. March 24, 2019 / 7:12 pm

    Asyiknya ya belajar sambil jalan-jalan. Di Bromo belajar apa aja, nih?

    • Anne Adzkia
      March 24, 2019 / 7:14 pm

      Banyak mba, belajar tentang budaya Suku Tengger, ttg volcano, tentang berdamai dgn segala kondisi yg gak nyaman (dpt penginapan gak nyaman), bersabar ketika hrs berjam-jam nunggu elf berangkat, dan banyaaak lagi 😄

  4. March 24, 2019 / 8:40 pm

    Travelschooling ..wah saya baru tahu dan keren betul ini.. Jempol juga utk hasil fotonya Nau mba..

  5. March 24, 2019 / 9:58 pm

    Homeschooling itu butuh ide-ide kreatif ya mbak, Tapi kalo sekilas dilihat sih asik, bisa travelschooling juga ke kota-kota lain untuk belajar sesuai minat anak-anak

  6. March 25, 2019 / 7:02 am

    Loh loh, aku baru tahu ada fitur antar jemput bandara di Traveloka. Kalo gini mah asyik ya, ga usah kucing2an naik taksi online, atau ngantre taksi beneran.

  7. March 25, 2019 / 9:07 am

    Jalan-jalan sambil belajar. Jadi terbiasa belajar dalam situasi apa pun. Dan dapatnya plus. Plus belajar, plus senang.

  8. March 25, 2019 / 2:49 pm

    Membayangkan ngetem sampai 3 jam hihihi. Kalau jalan sendiri udah sampai mana itu, ya. Kalau kayak begitu jadinya memang mending pesan mobil di Travelika aja, deh

  9. March 25, 2019 / 3:23 pm

    Belajar sambil traveling memang asyik yaa, Mba. Belajarnya lebih santai dan gak stres jadi otak juga cepat nyerapnya 🙂

  10. March 25, 2019 / 5:27 pm

    wah baru tauuu ada fitur jemput bandara,
    btw, aku yang di Malang aja belum pernah mengajak anak anak ke Bromo, mungkin tunggu agak besar an dikit…

  11. March 25, 2019 / 5:33 pm

    travelschooling memang asyik yaaa mba..ada begitu banyak pelajaran hidup yang sangat menarik selama kita traveling. Btw, the last photo is beautiful!

  12. March 25, 2019 / 7:23 pm

    travelschooling ini biasanya untuk anak-anak homeschooling ya Mba? kalau disekolah mungkin study tur ya 😀 Btw hasil fotonya Nau bagus sekali

  13. March 25, 2019 / 7:51 pm

    Baru tahu konsep travelschooling ini. Sepertinya seru sekali ya mbak, anak-anak jadi bisa diajak traveling sambil belajar.

  14. March 25, 2019 / 9:28 pm

    Saat bingung memasukkan anak sekolah, saya sempat kepikiran untuk homeschooling, tapi setelah baca-baca, mungkin mau mencoba menggabungkan sekolah biasa dan sekolah di rumah, dan travelschool bisa jadi kurikulum menyenangkan ya untuk anak belajar langsung dengan dinamika kehidupan, seni dalam perjalanan, bagaimana menghadapi persoalan saat di perjalanan, dan dengan adanya aps Traveloka jadi lebih memudahkan perjalanan ya

  15. March 25, 2019 / 9:38 pm

    Wow itu mobil jemputan Traveloka asik bener mbak. Anak-anak sekolahan pasti senang apalagi menjelajah dengan fasilitas oke.

  16. March 25, 2019 / 9:39 pm

    Seru juga ya, materi homeshooling cakupannya luas banget, bisa travelschooling dan bertemu dan belajar langsung kepada sumbernya .

  17. March 25, 2019 / 11:53 pm

    Waduh, beneran itu Mba. Nungguin di mobil elf sampe 3 jam. Hingga ketiduran dan bangun belum juga berangkat? Bener-bener pengalaman tak terlupakan itu ya 🙂

  18. March 26, 2019 / 2:49 am

    Travelling school memang ada dan pengusaha minimarket mulai mengajarkannya untuk berbelanja sendiri. Selain mengajarkan anak mandiri belanja juga mengatur uang yang ia milliki

  19. March 26, 2019 / 4:26 am

    Wah asyiknya bisa travelschooling. Pengen juga rombongan gini sama anak2. Tapi baru yg deket2 aja sekitaran Jateng.

  20. March 26, 2019 / 7:57 am

    Serius ada to? Wah makin asyek nih traveloka banyak produknya yang manfaat banget. Yang penting esensi dari traveling bisa nambah pengetahuan kalo aku mah

  21. March 26, 2019 / 7:57 am

    Wah baru tau nih kalo pesan kendaraan antar jemput di bandara bisa pakai traveloka juga. Aku juga dulu bingung nyari taksi di bandara, takut mahal wkwk

  22. March 26, 2019 / 7:58 am

    MasyaAllah, suka banget baca catatannya mbak Anne, selalu ada ide dan inspiratif dalam mendampingi tumbuh kembang anak anak.

    Saya belum pernah melakukan traveling dengan niat belajar mbak. Sebab kebanyakan bepergian barengan selalunya kalau gak ke hajatan ya Silaturahim ke rumah saudara. Pulang hari. InsyaAllah, setelah ini, ingin juga melakukan perjalanan dengan niat belajar. Sebab kalau sudah diniatkan lebih terarah ya. Input outputnya juga terukur.

  23. March 26, 2019 / 8:18 am

    Perjalanan selalu mengajarkan kita akan banyak hal yang luput nggak kita sadari
    sering kali aku merasakannya mBa

  24. March 26, 2019 / 8:18 am

    Bagus juga ya travelschooling gini, belajar dari perjalanan yang dilakukan dengan kesepakatan bersama anak-anak. Ga ada keluhan, karena perjalanan dilakukan sebagai pembelajaran hidup. Foto Nau bagus tuh mba, dapet banget angle-nya.

  25. March 26, 2019 / 8:56 am

    Waa menyenangkan ya ada travel schooling, seneng bisa belajar langsung dari yang ditemui.

  26. March 26, 2019 / 8:59 am

    Seru banget ya travelschool ini. Anak-anak pasti suka. Tapi, kalo aku masih berat dan susah. Huhuhu… gak telaten orangnya. Saluuut buat Mbak Anne sama Fitra. Keren!

  27. March 26, 2019 / 9:55 am

    Waah…travel school ini menarik sekali..
    Aku sama anak-anak juga suka perjalanan sendiri, dan emang pasti bingung sama arah dan kendaraan.
    Alhamdulillah,
    Ada Traveloka. Jadi semua benar-benar dalam genggaman.

  28. March 26, 2019 / 3:57 pm

    selama ini aku secara ga langsung travelschooling kali ya, di motor saja harus diskusi ini itu yang serius ahaha. g boleh melamun lamun

  29. Himala
    April 6, 2019 / 11:11 am

    Waaah… seru ceritanya mbak! Inspiring banget, jadi pingin klo udah punya anak nanti aku & pak suami bisa ngajak anak2 “belajar” pas kami keluar. Entah itu cuma ke pasar, atau nonton konser & pameran, atau jalan2

    Oiya, klo mbak & keluarga biasanya motivasinya gimana ya pas mau ngadain tamasya keluarga?

    Sebenernya kadang kami kepikiran pingin jalan2 keluarga. Tapi berhubung kami berdua freelance, jadi sehari2 asik ngendon di rumah aja & akhirnya males keluar wkwkwkkw…
    Padahal klo ada tujuan/keperluan yg jelas, Jogja-Surabaya yg perjalanannya 10 jam lebih aja kami langsung berangkat berdua naik motor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *