Pertama Kali Traveling Jepang, Apa Persiapannya?

Pertama Kali Traveling Jepang, Apa Persiapannya?

Kesan saya tentang traveling Jepang itu cukup dalam. Begitu juga anak-anak. Bisa mengunjungi negeri matahari terbit ini seperti mimpi yang jadi nyata. Rasanya nagih, nggak bosan dan bikin kangen.

Pertama kalinya mendapat kesempatan meginjakkan kaki di Jepang, bahagia banget. Apalagi itu pengalaman pertama saya juga pergi sendiri ke luar negeri, tanpa keluarga. Alhamdulillah, Allah memberi rezeki dan kesempatan saya ke sana lagi tahun berikutnya bersama keluarga, full team.

Sebenarnya, pertama kali traveling Jepang, tipsnya kurang lebih sama seperti saat akan mengunjungi negara lainnya. Persiapan administrasinya yang pertama disiapkan.

Persiapan administrasi ini meliputi:

  1. ID card (minimal kita punya dulu eKTP ya, supaya urusan lainnya mudah).
  2. Membuat passport.

Ada yang spesial dengan Jepang, kita bisa bikin ePassport untuk mendapat privilege masuk ke Jepang tanpa visa. Enaknya tanpa visa, kita nggak repot lagi. Sementara mengurus visa itu lumayan segambreng persyaratannya.

Dengan ePassport kita cukup membuat waiver atau registrasi ke kedutaan, yang nggak pake banyak syarat n nggak keluar uang tambahan.

  1. Visa

Bagi yang nggak punya ePassport, harus pasrah bikin visa sebagai persyaratan wajib masuk Jepang. Meski segambreng syarat, tapi tetap bisa kita usahakan kok. Baca detilnya di tulisan ini: Membuat Visa Jepang Secara Mandiri.

 

Kenapa banyak orang tertarik untuk traveling Jepang? Menurut saya, negara ini nggak hanya punya pemandangan yang cantik dan menakjubkan, tapi juga dengan kekhasan budaya mereka, kita bisa menyelami budaya Jepang mulai dari lifestyle, bangunan, pakaian, makanan dan sebagainya. Jangan lupa, dibalik kekuatan tradisionalnya, Jepang juga punya teknologi yang bikin kita takjub ketika datang ke sana.

Setelah mantap dan memutuskan akan traveling Jepang, berikut beberapa hal yang bisa teman-teman persiapkan.

  1. Ketika mengurus visa, ada persyaratan khusus tentang itinerary. Untuk perjalanan ke luar negeri, meskipun sebagai backpacker sekalipun, baiknya kita memang sudah mempunyai itinenary lengkap untuk memudahkan kita dalam menyusun rencana perjalanan yang lebih detil. Ini nantinya terkait dengan transportasi dan akomodasi juga. Nanti saya akan membuatkan contoh itinerary perjalanan Osaka, Nara, Kyoto selama 5 hari dan itinerary Tokyo, Nara, Kyoto dan sekitarnya selama 8 hari.
  1. Memesan hotel, penginapan atau guest house. Di Jepang ada beberapa tipe penginapan yang bisa kita pilih. Nanti akan saya tuliskan juga di postingan berikutnya.
  2. Memesan JR Pass atau tiket kereta all in selama di Jepang dengan tujuan kemana saja.

JR Pass ini adalah semacam tiket terusan yang bisa mengakses semua tipe kereta di Jepang, tujuan kemana saja khusus untuk kereta yang dimiliki oleh perusahaan Japan Rail. Kereta jenis ini punya logo JR di depannya, sehingga kita bisa tahu.

Kereta selain yang berlogo JR ini nggak bisa kita gunakan. Tapi tenang aja, karena Japan Rail punya banyak kereta dan dengan jenis yang beragam. Mulai dari rapid train (kereta semacam Commuter Line di Jabodetabek), express train hingga shinkansen (kereta peluru super cepat).

Traveling menggunakan kereta, terutama shinkansen ini memberikan pengalaman yang seru banget. Kalo temen-temen traveling mandiri (tanpa lewat travel agent, bisa sepuasnya menikmati perjalanan kemana aja pakai kereta). Kalo saya, sampe eneg juga, hehehe.

Memesan JR Pass bisa di agen travel yang ada di mall-mall dengan harga sekitar 4 juta rupiah perorang, untuk 7 hari. Ini termasuk murah, karena kalau kita mau pesan tiket shinkansen dadakan di Jepang aja, harganya mencapai lebih dari 1 juta rupiah untuk perjalanan Tokyo – Osaka.

Kalau itinerary teman-teman hanya seputaran Tokyo saja, atau Osaka saja, memang nggak perlu beli JR Pass. Cukup beli tiket setiap kali akan berpergian. Buat saya, yang memang itinerarynya jauh-jauh, JR Pass ini memudahkan banget. Saya dan keluarga sempat menaiki shinkansen sampai 6 kali. Kalau beli tiket di stasiun sana, kebayang mahalnya.

  1. Mempunyai panduan makanan halal. Di Jepang, mencari makanan halal nggak semudah di Indonesia. Apalagi nggak semua orang Jepang yang kita tanya bisa memberi informasi terkait bahan-bahan halal. Kita juga mungkin nggak begitu paham ingredients yang dituliskan pada kemasan makanan Jepang.

Memiliki panduan untuk mencari makanan halal, tentunya akan memudahkan kita untuk melakukan perjalanan. Selama di kota besar, kita bisa menemukan cukup banyak resto yang muslim friendly dan bersertifikat halal. Namun kalau teman-teman melipir sedikit ke kota kecil, akan susah menemukan makanan yang aman dikonsumsi.

Ini pernah saya alami ketika kami berkunjung ke Kuraizawa, yang ditempuh selama 1 jam menggunakan shinkansen. Jaraknya lumayan jauh dari kota Tokyo, dan di kota ini belum punya resto halal.

  1. Memesan paket wifi. Ini pasti masuk ke daftar penting kita ya. Siapa sih yang mau mati gaya tanpa punya akses internet selama jalan-jalan. Pengen dong bisa IG story-an dan tetap update beberapa info tanah air. Kita bisa memesan pake wifi unlimited yang bisa diakses oleh 5 gadgets selama 7 hari di Jepang.

Saat itu saya memesan wifi di agen travel di sebuah mall. Mereka menawarkan paket cashback karena saya juga memesan JR pass disitu.

  1. Apa aja sih barang yang harus kita bawa. Seberapa besar koper (luggage) yang boleh dibawa. Tentang ini, saya buat thread baru ya di bawah.

shinkansen

Packing Sebelum Traveling Jepang

 

Sebelum packing, kita harus tahu dulu dua hal penting, berapa volume dan berat bagasi yang diizinkan maskapai penerbangan yang kita pilih. Kalau saya, selama 2 kali perjalanan ke Jepang menggunakan Air Nippon Airways (ANA). Kebijakan yang dimilik ANA adalah 23 kg bagasi, dengan dimensi 158 cm.

Oya, saat memesan tiket, jangan lupa pesan makanan halal juga ya.

Hal kedua yang harus kita sadari adalah kita berkunjung di musim apa dan berapa suhu udara di lokasi yang akan kita kunjungi.

Dua kali melakukan traveling Jepang, keduanya saya datangi saat musim dingin karena memang saya ingin punya pengalaman datang ke snow resort dan menikmati udara dingin.

Kalau teman-teman pergi saat musim panas (sekitar bulan Juni – Agustus) sepertinya nggak perlu punya persiapan khusus. Karena suhu udara Jepang kurang lebih sama seperti di Indonesia di bulan-bulan tersebut. Lembab, panas dan mungkin ada hujan.

Cukup membawa pakaian yang biasa kita pakai, dengan membawa cadangan dan tambahan jas hujan serta payung. Payung mending beli di Jepang sih. Selain supaya nggak ribet, juga payung di Jepang kan cantik-cantik tuh. Payung bening ala dorama gitu.

Sementara, di musim gugur/autumn (September – November) dan musim semi (Maret – Mei) suhunya cukup dingin di range 10-15 derajat. Sedangkan untuk travel musim dingin, kita memang perlu perlengkapan khusus. Kulit tropis kita pasti kaget ketika kena terpaan udara dingin, apalagi sampai ke minus derajat. Sehingga kita harus punya persiapan khusus.

Apa aja yang perlu dibawa untuk traveling Jepang di musim dingin:

  1. Winter coat
  2. Long john. Ini adalah pakaian bagian dalam sebagai lapisan baju untuk menjaga tubuh kita tetep anget.
  3. Scarf atau syal
  4. Sarung tangan
  5. Kaos kaki tebal
  6. Sepatu keds. Kalau mau lebih hangat lagi, bisa pakai sepatu keds waterproof atau boots.
  7. Buff atau masker
  8. Kupluk
  9. Penghangat jari. Ini seperti kantong yang sebesar kepalan jari untuk kita remas-remas di saku.
  10. Penutup telinga
  11. Lotion atau pelembab kulit
  12. Lip balm
  13. Pakaian ganti
  14. Baju dalam
  15. Daily pack. Pilih tas yang ringan dan praktis untuk kita bawa sehari-hari tapi cukup rapat dan aman untuk menyimpan barang berharga seperti dompet, paspor, ponsel dan perlengkapan pribadi lainnya.
  16. Botol minum. Kadang kita jadi males minum di udara dingin, padahal hidrasi penting banget
  17. Ponsel berGPS
  18. Buku catatan kecil
  19. Kamera
  20. Toiletries. Untuk sabun dan shampoo sebenarnya penginapan sudah menyediakan. Tapi kalo temen-temen punya sabun khusus terutama yang ekstra moisturizer, akan lebih baik.

packing sebelum ke jepang

Itu adalah catatan tentang barang-barang wajib yang perlu dibawa saat kita traveling di musim dingin ke Jepang. Saya nggak bawa baju luaran terlalu banyak, karena di udara dingin kita nggak perlu sering ganti-ganti baju luar aja.

Tapi kadang long john kita aja yang agak lembab, jadi perlu bawa cadangan long john yaa. Untuk liburan seminggu, mungkin per orang bisa bawa 3 long john.

Kaos kaki juga kadang terasa lembab, apalagi kalau kita pakai sepatu waterproof yang sirkulasi udaranya sedikit. Jadi bawa kaos kaki yang agak banyak aja.

Yang perlu agak banyak dibawa juga adalah baju dalem, karena meskipun baju luarnya nggak ganti, pakaian dalam wajib kita ganti. Biar nggak repot, saya hanya bawa satu winter coat. Karena kalo bawa lebih, akan menuh-menuhin koper. Jadi cukup satu yang sudah kita tenteng sejak berangkat dan langsung dipakai begitu turun dari pesawat.

Kira-kira begitu sekilas persiapan kami sebelum traveling Jepang di musim dingin lalu (Januari 2019). Sebuah pengalaman nggak terlupakan dan nagih untuk dilakukan kembali.

Kalau teman-teman masih ada pertanyaan lebih lanjut, silakan DM via Instagram saya yaa di @anneadzkia supaya responnya lebih cepat. Selamat liburan, dan fiiamanillah.

 

 

Share:

21 Comments

  1. June 22, 2019 / 3:52 pm

    Ada kesempatan ke sini, tapi terpaksa “ditolak” karena masih gak kepeluk sama biaya hidup di sana hahaha. Cari negara yang murah dulu aja sambil terus memupuk impian agar bisa ke sana. Amiiin.

    • Anne Adzkia
      June 22, 2019 / 3:55 pm

      Aamiin. Iya euy, gak berasa tabungan jebol. Hahaha.

  2. June 25, 2019 / 2:16 pm

    Mba, kalau komunikasi dengan penduduk lokal di sana gimana? Kan bahasa dan tulisannya beda. Banyak yang bisa bahasa Inggris apa ga?

    • Anne Adzkia
      June 25, 2019 / 4:47 pm

      Penduduk lokal memang byk yg gak bisa English. Tp kalo petugas2 di public service rata2 paham kok dan bisa bahasa Inggris meski gak semuanya fluent.

  3. June 25, 2019 / 6:29 pm

    Jepang itu keren dari segi budaya dan teknologinya, jadi pengen berkunjung ke sana juga, ha ha.
    Iya, saya pengen main agar bisa mengunjungi tempat Musashi dulunya berada atau tempat yang memampangkan kisah mengenai samurai,
    Saya suka dengan pemaparan Teteh di atas. lengkap dan memandu banget. Bikin yang awam jadi tahu dan punya bekal untuk persiapan.

  4. June 26, 2019 / 6:03 am

    Bermanfaat sekali nih tipsnya buat aku yang belum pernah ke jepang. Kali aja suatu saat ya.
    Apa yg bikin orang ga bisa punya epaspor?

  5. June 26, 2019 / 6:04 am

    Bermanfaat sekali nih tipsnya buat aku yang belum pernah ke jepang. Kali aja suatu saat ya.
    Apa yg bikin orang ga bisa punya epaspor?

  6. June 26, 2019 / 10:48 am

    Noted nih tipsnya bagian order makanan halal jangan lupa karena takutnya kendala bahasa dan tulisan juga y mba apalagi menurut mb di sana juga ga seperti di INdonesia cari makanan halal 🙂

    aku juga kalau kesempatan ke sana pilih musim dingin sih mba hehehe

  7. June 26, 2019 / 12:29 pm

    Jepang negara maju yang kebudayaan dan tradisinya sangat terjaga dengan baik. Plus sajian alamnya yang indah. Ngelihat gunung Fuji dan hamparan bunga Sakura di foto aja bikin kagum, apalagi kalau ngelihat langsung.
    Siip,, memesan menu halal harus menjadi catatan khusus banget ini, mba.

  8. June 26, 2019 / 1:29 pm

    Wah pengalaman mba Anne bisa jadi refeensi nih, kaitanya sama makanan halal itu lho. Salah satu impian ke mancanegara ya ke Jepang ini, kebayang budayanya yang masih kejga banget

  9. June 26, 2019 / 3:39 pm

    Banyak juga yang harus dipersiapkan ya…
    Harus dicatat baik-baik semua persiapannya. Supaya liburannya puas.

  10. June 26, 2019 / 3:47 pm

    Banyak tips & tricksnya niiih.. aku kalau jaan ama keluarga biasanya santai banget, walaupun tetap dengan persiapan yg baik. Jepang memang seru yaa mba..kami suka karena banyak theme parks

  11. June 26, 2019 / 11:25 pm

    Wah lucky you mbak bisa full team juga ke Jepang.
    Aku belom begitu incar Jepang sebagai negara tujuan, tapi kalau emang diajakin sih mau 🤣

    Enaknya kalau epaspor gt udah free visa yaa. Tp bikin epaspor cuma bisa di jakarta nih

  12. June 27, 2019 / 1:38 am

    Saya pengen banget suatu hari ke Jepang. Dari dua tahun lalu udah bikin daftar tempat-tempat yang mau dikunjungi. Ah, semoga bisa berangkat suatu hari nanti. Tulisannya Mbak Anne ini aku save lho buat referensi kalau impianku ini terwujud

  13. June 27, 2019 / 4:20 am

    Destinasi impianku, negara favorit si sulung jg..semoga ada kesempatan dan takdir yg mengantarkan ku ke sana ..hihi..aamiin..ini traveling nya beneran bikin envy.

  14. June 27, 2019 / 6:00 am

    Wah pas banget nih mbak Pascal pingin baanget ke Jepang. Aku sama anak-anak paspornya juga habis untung belum perpanjang jadi tau infi epaspor supaya gampang buat visa ke Jepang ya.
    . KAlau kaos kaki sih pergi di sini aja aku bawa stok banyak hihihi maklumlah udah biasa kemana-mana pake.Aku tunggu itinerarynya ya sama tempat makan halalnya

  15. June 27, 2019 / 8:04 am

    Aku pengin ke Jepang lagiii..
    Pas sakura nya mekar, bulan Maret gituu…
    Soalnya pas winter gini…masih pada uncup-uncup, belom nongol.

    Dan…
    Keren banget naik Shinkansen…huhuu…
    Kakakku karena mahasiswa, selama 7 tahun di Jepang, naik Shinkansen baru 3 kalian, katanya….dan itu ga pernah biaya sendiri.
    Mahhaalnya, mashaAllah~
    Bikin pengin ngelus dada.

  16. June 27, 2019 / 8:14 am

    Wah keren nih tipsnya. Pasti bermanfaat untuk yang mau traveling ke Jepang. Panduan tentang makanan halal itu wajib banget ya.

  17. June 27, 2019 / 8:43 am

    wow, makasih mbak sharing tipsnya.. pengen banget deh ke jepang ngajak anak-anak. kalo bawa batita dan balita traveling ke jepang tuh oke ga sih mbak? baby friendly ga gitu? hehe..

    • Anne Adzkia
      June 27, 2019 / 9:00 am

      Negara2 maju umumnya babies dan kids friendly kok mba. Keren banget malah.

  18. June 27, 2019 / 9:49 am

    Huhuhu jadi ga sabar mau ke Jepang juga
    Apalagi ada teman di Ehime sama Osaka
    Duh duh kudu nabung banget ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *