Menjelajah Indonesia Sambil Belajar

Menjelajah Indonesia Sambil Belajar

Pekan depan adalah perjalanan anak saya yang keempat kalinya bersama sebuah komunitas traveling bernama ecoethno menuju Sulawesi Selatan. Perjalanan yang selalu dinantikan anak-anak ketika masa liburan tiba.

Naufal sudah mengikuti event-event traveling ini selama 3 kali, sedangkan Kayyisha baru akan melakukan perjalanannya yang pertama, terbang tanpa orangtua ke Pulau Sulawesi. Cukup bikin emaknya deg-degan.

Salah satu project belajar di keluarga kami sebagai praktisi homeschooler adalah travelschooling, belajar sambil melakukan perjalanan. Kegiatan ini bisa kami lakukan bersama keluarga, atau melepas anak-anak mengikuti event-event yang menurut kami bagus dan terjamin keamanannya.

Kami percaya, bahwa melalui traveling kita nggak hanya menjalani liburan, menikmati pemandangan dan suasana baru, tapi banyak hal yang bisa dipelajari melalui pengalaman.

 

Traveling is about the journey, not just the destinantion

 

Ketika melakukan perjalanan, kita akan menemukan banyak ketidakpastian dan keluar dari zona nyaman. Apalagi ketika anak-anak pergi tanpa orangtua, mereka harus berhadapan dengan orang yang baru dikenal. Jika ketika bersama orangtua mereka bisa mengeluh apa saja saat menemukan hal-hal yang nggak membuat nyaman, namun tanpa orangtua mau gak mau mereka harus mencoba bertahan terlebih dahulu.

Ada satu pengalaman berharga, sederhana namun memberikan pelajaran buat anak saya. Yaitu dalam satu perjalanannya ke Karimun Jawa sekitar dua tahun lalu, kacamatanya jatuh di jalan raya dan terlindas kendaraan yang lewat. Matanya yang minus 3 pastinya terganggu kalau nggak pake kacamata.

Saat itu, dia harus berhadapan dengan kakak mentor dan menyelesaikan masalahnya sendiri. Saya sempat diberi kabar, namun nggak bisa banyak membantu juga. Lokasi mereka saat itu di pulau, yang jauh dari toko yang menjual kacamata. Lagipula, uang anak saya pasti nggak cukup untuk beli kacamata. Akhirnya dia cari solusi dengan pakai gagang sementara agar tetap bisa dipakai. Alhamdulillah kacanya nggak pecah atau retak.

Pengalaman seru lainnya, perjalanan sebelumnya ke Belitung adalah pengalaman pertama anak saya berpergian dengan pesawat sendiri, tanpa satupun orang yang dikenal yang bareng dia. Kisahnya sempat saya tuliskan juga di postingan Ketika Anak Mulai Traveling Sendiri.

 

Hunting Tiket Pesawat Online Lewat Pegipegi

 

Hari Senin besok, insyaallah anak-anak saya juga akan terbang berdua saja, tanpa orangtua mendampingi. Kalau sebelumnya destinasi mereka masih di Pulau Jawa, kemudian lebih jauh ke Sumatera. Kali ini destinasinya lebih jauh lagi, yaitu ke Pulau Sulawesi, tepatnya area Sulawesi Selatan.

Saya dan suami memang berencana traveling juga ke provinsi yang sama berdua saja. Namun nggak mendampingi anak-anak. Kami juga nggak akan bertemu di sana karena lokasi tujuan dan itinerary kami berbeda.

Memberi kesempatan anak-anak untuk berpetualang dan menyelami kehidupan sambil mencoba pengalaman baru. Sekaligus memberi kesempatan saya dan suami untuk traveling berdua, setelah sekian lamanya kami selalu kemana-mana berempat.

Destinasi yang sama, tapi dengan jam penerbangan berbeda. Insyaallah anak-anak akan naik pesawat pagi karena akan ketemuan dengan tim ecoethno di Makassar pagi-pagi. Saya dan suami baru akan terbang ke Bandara Hasanudin Makassar siang harinya, karena memang sengaja mencari jadwal yang berbeda. Anak-anak nggak mau kami ikut bareng mereka, hehehe.

Mencari tiket pesawat dengan tujuan yang sama tapi di jam yang berbeda, enaknya pakai aplikasi pegipegi. Dan kami menemukan jam penerbangan yang rentangnya nggak terlalu lama. Jadi setelah antar anak-anak dan menunggu mereka take off, saya dan suami nggak perlu nunggu lama untuk terbang di jam berikutnya.

Lion air adalah flight yang punya cukup banyak jadwal terbang, enak milihnya. Dan dengan menggunakan pegipegi, proses pembelian tiket dan pembayarannya gampang banget. Kadang dapat diskon juga lho. Jadi untuk perjalanan kali ini kami mencari tiket pesawat lion air di aplikasi pegipegi.

tiket pesawat murah

Traveling Bukan Hanya Ngabisin Uang

Traveling kan identik dengan ngabisin uang. Di keluarga, kami menganggap traveling adalah salah satu investasi ilmu. Dalam perjalanan-perjalanan kami, harus ada output yang dihasilkan dalam setiap perjalanan. Kalau saya, karena berprofesi sebagai blogger, tentunya traveling menjadi tabungan ide. Banyak postingan di blog ini yang saya hasilkan buah dari perjalanan dan alhamdulillah beberapa dari tulisannya bermanfaat.

Anak-anak juga selalu kami dorong untuk berbuat sesuatu dari hasil perjalanan mereka. Beberapa contohnya adalah, di perjalanan ke Belitung, anak saya membawa oleh-oleh foto dan kisah perjalanan yang dikemasnya menjadi satu video singkat. Dari perjalanannya ke Karimun Jawa juga dia menghasilkan beberapa tulisan di blog (naufalghazi.wordpress.com) yang dia buat dalam bentuk jurnal harian.

Video di bawah ini adalah satu oleh-oleh perjalanan anak saya dari traveling keluarga kami ke Lombok.

View this post on Instagram

Di Indonesia yang memiliki beragam suku, banyak hal menarik yang bisa kita pelajari. . Yuk simak salah satu cerita tentang tradisi unik suku Sasak yang berada di Lombok Tengah! . . . Video ini karya redaksi #OASEmenit. Dalam #OASEmenit, anggota redaksi yang berisi para remaja homeschooling belajar berkolaborasi untuk menggagas tema, membuat naskah, melakukan riset, mengedit video dan bekerja secara profesional dalam bimbingan para orangtua . . Fotografer: @anneadzkia Editor Video: @byduniatata Naskah: @xpcube Produser: Shanty . . #sekolahrumah #homeschool #homeschooling #komunitas #kluboase #oasemenit #lombok #tradisi #indonesia #nusantara #sukusasak #sasak #adat

A post shared by Klub OASE (@kluboase) on

Sedangkan yang ini adalah satu buku ilustrasi juga karya anak saya tentang catatan perjalanannya ke Pulau Harapan Kepulauan Seribu. Buku ini kami jual di bazar dan pameran event keluarga praktisi homeschooling beberapa tahun lalu.

buku ilustrasi pulau harapan

Dari kumpulan karya ini, semua saya kumpulkan sebagai portfolio mereka.

Oleh karena itulah perjalanan kami sering kami sebut sebagai travelschooling, agar setiap perjalanan menjadi sarana belajar buat mereka. Uang memang banyak berkurang, tapi ini tentunya nggak hilang begitu saja. Namun sebuah investasi dan bekal ilmu untuk masa depan mereka kelak.

 

 

Share:

22 Comments

  1. June 25, 2019 / 9:35 am

    Sepakat, traveling tidak hanya ngabisin duit tapi menimba ilmu pengalaman dan ada produk seusai traveling

  2. June 27, 2019 / 9:37 pm

    Bagus banget mbak, traveling adalah mencari dan menimba ilmu dan menikmati apa yang disuguhkan. Kalau traveling pakai pegi-pegi juga menyenangkan karena harganya lebih stabil dan banyak promonya.

  3. June 28, 2019 / 7:41 am

    Di setiap perjalanan akan selalu ada ilmu yang didapatkan. Mulai umur berapa sih supaya bisa terbang sendiri tanpa penamping orangtua? mau juga ngajarin anak-anak biar bisa mandiri. Duh aku jadi pingin curhat nih, nanti ya aku wa aja

  4. June 28, 2019 / 2:35 pm

    Duh aku jadi kangen jalan-jalan kakkkk!
    Seru banget deh kalo travelling itu, mulai dari hunting tiket sampe di sana ngeliat apa aja. Semoga harga tiket pesawar cepetturun dong huuuuuu πŸ™

  5. June 28, 2019 / 2:57 pm

    Traveling yang berfaedah kalau begini namanya ya, Mbak. Gak sekadar bersenang-senang. Tetapi, juga banyak ilmu yang bisa didapat

  6. June 28, 2019 / 3:32 pm

    Wah mba cerita tentang kacamatanya yang jatuh itu untung kacanya yang ga retak masih bisa diakali ya gagangnya..aku pas bulan puasa anakku patahin kacamata walhasil pusing ga bisa liat wkwkwk mana ga ada cadangan juga :p

    btw travelling iya banget setuju ga cuman abisin uang tapi lebih dari itu ya mba ada something yang bisa buat disharing juga

  7. June 28, 2019 / 3:37 pm

    Anak-anaknya usia berapa yang mau betangkat Mbak? Saya kok ikut degdegan plus merinding bacanya. Masya Allah, anak-anak yang hebat.

    • Anne Adzkia
      June 28, 2019 / 5:16 pm

      Usia 14 (almost 15) dan 11 tahun mba

  8. June 28, 2019 / 6:37 pm

    Can’t agree more.. traveling is part of journey of life indeed. And for sure, it enriches our life!

  9. June 28, 2019 / 7:59 pm

    Waah, mau ke Sulsel ya Mbak? Gak sekalian nyebrang juga ke Sultra? Hehehehh.
    Travel mandiri gitu buat anak jadi lebih banyak belajar dan bertahan selama di perjalanan ya Mbak. Mereka bisa, dan sudah saatnya diberi kepercayaan bahwa mereka bisa mandiri (tanpa orangtua):)

  10. June 28, 2019 / 8:50 pm

    Bagus juga ya kegiatan travelschoolingnya. Ini kudu punya orangtua petualang, jadi anaknya ketularan. Dulu zaman aku sekolah jarang banget ikut wisata karena ortu khawatir blm bisa jaga diri. Kalau sekarang ya kudu banget berpetulang

  11. June 28, 2019 / 9:31 pm

    konsep travelschooling ini keren juga ya biar anak anak bisa langsung belajar dari alam dan lingkungan, boleh nih di adopsi

  12. June 28, 2019 / 11:01 pm

    Setuju banget mba.. traveling itu ngga hanya seneng seneng aja.. tapi ada value atau pelajan yang dapat diambil.. apalagi buat anak anak, bisa jadi edukasi yang akan selalu mereka ingat sampai besar nanti.. karena akupun dapat value tentang hidup saat traveling bareng orangtua aku dulu

  13. June 29, 2019 / 6:57 am

    Yups traveling ga hanya membahagiakan diri sendiri saja tapi disana juga kita bisa belajar banyak hal terutama budaya yang ada disana. Btw liat ini jadi pengen traveling euy udah lama ga naik pesawat.

  14. June 29, 2019 / 7:37 am

    Setujuu…
    kepercayaan orangtua untuk anak ini yang sangat berharga.
    Anak diberi kepercayaan untuk mengelola waktu, uang dan segala yang berkaitan dengan dirinya.

    Aku dulu traveling sendiri sejak kelas 5 SD.
    Bangga banget, bisa naik pesawat ke Lombok dari Surabaya.

  15. Monica Anggen
    June 29, 2019 / 7:48 am

    Setuju, traveling salah satu cara belajar, menambah wawasan, dan pastinya pengalaman. Dulu saya dan suami suka banget eksplorasi tempat-tempat baru. Kebiasaan kami menular juga sekarang ke anak (walau masi sekitar Kalsel karena dia tinggal dengan neneknya). Nah untuk urusan pesan tiket kalau mau traveling ke daerah lain, memang lebih mudah pesan dionline travel seperti pegipegi ya

  16. June 29, 2019 / 8:20 am

    Dalam perjalanan ada banyak pelajaran yang didapat oleh siapapun termasuk anak-anak. Makanya aku paling suka tuh, saat perjalanan anak-anak dalam kondisi fit dan terbangun, enggak tidur gitu. Hehehee, terus karena anak-anak masih kecil, yang disuka masih permainan, duh, semoga pas anak sudah mencapai usia yang kepo dengan pengetahuan, bakal enjoy juga mendapatkan traveling education gitu y

  17. June 29, 2019 / 8:23 am

    Seru banget ya travelschooling ini, anak-anak bisa jalan-jalan sekaligus belajar. Tentunya banyak pelajaran yang bisa didapatkan selama perjalanan. Salut juga deh sama ortu kayak Mbak dan suami yang bisa melepas anaknya bepergian kayak gitu.

  18. June 29, 2019 / 8:27 am

    Mba, inspiratif banget sih cara mendidik anak2nya. Mereka jadi tumbuh sebagai pemberani dan pembelajar ya ketika harus traveling sendiri tanpa orang tua. Bahkan Naufal keren banget pernah pergi sendiri nggak kenal siapa2 pas melakukan perjalanan.

  19. June 29, 2019 / 8:57 am

    Pengen juga bawa anak2 traveling jauhan buat belajar πŸ˜€
    Moga ada aja rezekinya πŸ˜€
    Kalau anak udah agak gedean mereka bisa diminta menuliskan kyk pengalamannya jg ya mbak, di buku atau bahkan blog πŸ˜€

  20. June 29, 2019 / 9:03 am

    Kami tahun depan rencananya mau travelschooling ke luar Jawa. Cek pegipegi ah. Semoga dapat harga yg cocok

  21. June 29, 2019 / 9:47 am

    masyaAllah, keren banget mbak, sampe ada portofolionya juga <3 dari usia berapa mbak anak-anak sudah diajak menjelajah? sudah berapa destinasi skr? btw, aku suka quote nya tuuh..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *