Mengenal Ulkus Dekubitus pada Gigi Anak

Mengenal Ulkus Dekubitus pada Gigi Anak

Hai Gaesssss. Masyaallah ya, ini blog bener-bener sudah berlumut kayaknya. Lama sekali saya gak isi dan bersih-bersih. Tapi alhamdulillah pengunjungnya masih ada, semoga ada tulisan-tulisan lama saya yang masih relevan untuk dibaca dan bermanfaat buat semuanya.

Kali ini saya mau bahas seputar kesehatan gigi anak. Oya, fyi sejak dua tahun terakhir ini saya memang kembali disibukkan dengan dunia profesi dokter gigi, makanya jadi gak nyentuh-nyentuh blog. Dan untuk postingan pertama di tahun 2022 ini saya ingin mengupas tentang Ulkus Dekubitus.

Apa sih Ulkus Dekubitus? Kalau lihat namanya, mungkin nama ini nggak terlalu familiar di dunia para mommies. Tapi kalau sudah dijabarkan dan melihat bagaimana rupanya, pasti mommies yang pernah punya balita akan bersuara. “Ooooh, yang kayak gitu thoo.”

Yup, ulkus dekubitus ini sangat umum terjadi pada gigi anak, terutama pada gigi seri yang berlubang.

Lubang pada gigi seri anak, biasa terjadi karena beberapa hal:

  1. Nursing Bottle Syndrome

Ini adalah penyebab terbanyak gigi seri anak-anak cepat sekali rusak, yaitu karena kebiasaan minum susu/ASI menjelang dam/atau di pertengahan masa tidur di malam hari. Baik susu formula maupun ASI, sama-sama memiliki kandungan karbohidrat yang bisa disintesis menjadi glukosa. Apalagi pada susu formula ya, kandungannya lebih banyak.

Ketika minum susu menjelang atau di tengah masa tidur, susu-susu ini pastinya akan menempel di permukaan gigi anak karena rongga mulutnya tidak dipakai untuk beraktivitas. Sepanjang malam, susu ini akan menjadi asam dan menyebabkan terjadinya karies secara perlahan.

Kalau mimi susunya tiap malam, sudah bisa ditebak ya, proses kariesnya terus berjalan.

2. Tidak menggosok gigi sebelum tidur

Selain susu, ada makanan lain yang mungkin menempel pada gigi anak-anak kita. Apalagi kan anak-anak senengnya mengonsumsi makanan atau minuman manis ya. Kalau ini, tidak hanya gigi seri yang berpotensi karies, tapi juga gerahamnya.

3. Doyan makan makanan/minuman manis

Seperti yang sudah dijelaskan di dua poin sebelumnya, penyebab utama karies pada gigi adalah makanan yang menempel dan dibiarkan tidak segera dibersihkan dari permukaan gigi. Makanan-makanan yang mengandung karbohidrat akan berubah menjadi glukosa/gula dan ini adalah media yang disukai oleh bakteri-bakteri penyebab karies.

Anak-anak bisa mengalami karies sejak dini lho. Bahkan ada yang usia 1-2 tahun sudah rusak gigi-giginya, karena mereka kan sudah minum susu sejak sebelum gigi tersebut erupsi/tumbuh. Oleh karena itu, ketika gigi anak kita mulai tumbuh, kita harus aware dan mulai membersihkannya secara rutin terutama ketika menjelang tidur.

Jadi, ulkus dekubitus merupakan luka iritasi yang dapat terjadi pada gigi anak yang sudah mengalami karies. Untuk mengenalinya, silakan baca ciri-cirinya:

  1. Pada gigi seri anak yang karies, coba cek bagian akarnya. Apakah ditemukan ada bagian gigi (berwarna putih) yang muncul dari gusi? Kalau ada, itulah yang disebut sebagai ulkus dekubitus.
penampakan putih di gusi yang sering dikira gigi tumbuh

2. Kadang didahului oleh bengkak pada gusinya. Ada juga yang tidak didahului bengkak.

bengkak karena infeksi gigi karies

3. Orangtua sering menduga ini adalah gigi tetap yang akan tumbuh di gusi bagian atas. Memang bentuknya mirip, tapi sangat berbeda karena area putih ini sejatinya adalah akar. Bentuknya lebih runcing dan kasar. Sementara gigi tetap yang akan tumbuh, biasanya lebih halus dan berwarna putih bersih.

Gigi tetap yang akan tumbuh hadir di belakang gigi susu

4. Ulkus dekubitus disebabkan akar gigi yang menonjol ke luar permukaan gusi, karena giginya mengalami infeksi akibat karies.

karies pada gigi-gigi anak

5. Akar yang tajam, bisa menjadi iritan atau melukai gusi di dekatnya. Sehingga anak bisa mengalami sariawan.

Gusi atau mukosa pipi anak terluka karena akar gigi yang tajam

Treatmentnya untuk gigi susu yang mengalami ulkus dekubitus perlu dievaluasi apakah giginya masih bisa dirawat atau perlu dicabut. Karena giginya biasanya udah rusak banget, jadi seringkali pencabutan nggak bisa dihindarkan. Sementara, kalau pencabutan ini dilakukan sebelum waktunya, efeknya kurang baik. Jadi baiknya pencegahan, jangan sampai gigi anak kita rusak.

Jika giginya masih bisa dilakukan perawatan saluran akar, bagian akar yang tajam harus dihaluskan dengan bur, supaya tidak menusuk-nusuk gusi.

Pencegahan lebih baik daripada mengobati. Baiknya sejak dini, para orangtua sudah teliti menjaga kondisi gigi-gigi anak, caranya antara lain:

  1. Rutin membersihkan gigi anak, minimal 2x sehari yaitu di pagi hari dan menjelang tidur. Pada bayi bisa dibersihkan dengan kasa yang dililitkan ke jari ibu.
  2. Jika minum ASI atau susu menjelang tidur tidak terhindarkan, bersihkan gigi-gigi anak setelahnya dan akhiri dengan minum air putih.
  3. Mengurangi makanan manis, terutama menjelang tidur baiknya tidak lagi makan makanan manis dan lengket seperti permen, coklat, gula-gula.
  4. Melatih anak mengunjungi dokter gigi sejak dini, agar tidak takut dan senang diperiksa giginya. Sehingga apabila ada karies dini bisa ditangani segera.

Semoga tulisan ini bisa membantu ya, Mommies. Silakan kalau ada yang ditanyakan lebih lanjut, bisa melalui kolom komentar.

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published.