Menentukan Tokoh dan Setting Cerita

Melanjutkan postingan sebelumnya, nih. Kali ini tentang TOKOH dan SETTING atau LATAR BELAKANG cerita. Sila disimak kembali.

TOKOH, adalah karakter yang ada dlm sebuah cerita.

Tokoh terbagi dua: Protagonis dan Antagonis. Protagonis adalah tokoh utama cerita, bisa baik bisa juga tidak. Antagonis adalah kekuatan/tokoh yang melawan protagonis. Antagonis dapat berupa manusia, benda, nilai-nilai masyarakat, ataupun sifat dalam diri tokoh.

Berbagai tipe karakter dalam cerita adalah:

a. Flat/datar adalah karakter yang sifat-sifatnya  dapat diketahui dari satu atau dua tingkah lakunya atau ciri-cirinya

b. Round adalah tokoh yang kompleks dan memiliki berbagai sisi

c. Stock adalah tokoh  stereotype,  misalnya kancil yang cerdik atau ibu tiri yang jahat

d. Statis adalah karakter yang tidak berubah dari awal sampai akhir cerita

e. Dinamis adalah karakter yang mengalami perubahan.

Penceritaan tokoh dalam sebuah cerita hendaknya dia hidup, tergambar jelas sifat, gerak, dan penampilannya. Jelas juga konflik batin/psikologis yang dia alami.

Banyak penulis mengambil tokoh-tokoh dalam ceritanya dari tokoh-tokoh nyata dalam kehidupan sehari-hari mereka. Bahkan tidak jarang mereka mempersonifikasikan diri mereka sendiri dalam si tokoh itu.

Namun jangan memasukkan ciri khas tokoh yang mirip berulang-ulang dalam cerita yang berbeda. Hati2 stereotype. Di satu sisi bisa menjadi ciri khas dan kelebihan mereka, memang. Tp waspadai juga ambang jenuh pembaca ya.

 

SETTING adalah latar belakang tempat dan waktu dari sebuah cerita. Sebuah cerita bisa mengandung kekuatan keduanya atau salah satunya saja. Setting ini menentukan logis atau tidaknya sebuah cerita.

Contoh setting yang tidak logis: Latar belakang era 90’an, tapi tokohnya membahas tentang facebook. Hehehe, Mark Zuckerberg-nya belum lahir kaleee :p.

Mbak Ifa Avianty juga mengemukakan bagaimana cara mendalami setting. Yaitu melalui riset kecil-kecilan.

Caranya:

1. Perkaya literatur dengan bacaan dan info tentang tempat dan waktu yang diperlukan.

2. Boleh juga menonton film yang memperkaya data kita.

3. Tanya-tanya sama orang yang ada di tempat itu atau mengalami kejadian pada waktu yang dimaksud.

4. Hidupkan semua itu dalam ruang pikir kita, sehingga kita menyatu dengan setting itu.

 

Baca juga tentang unsur-unsur intrinsik novel.

*diambil dari berbagai sumber.

Dalam postingan selanjutnya, saya akan membahas tentang Alur, PoV dan Amanat. Kalau masih penasaran, pantau terus yaa ;p.

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published.