Membuat Short Travel Video itu Seru Juga Ya

Membuat Short Travel Video itu Seru Juga Ya

Beberapa tahun yang lalu, saya dan keluarga adalah traveler. Kami sering banget bepergian, paling tidak sebulan sekali. Beberapa tempat baru sering kami kunjungi. Apa buktinya? Foto. Cuma itu. Itupun dengan kualitas seadanya yang diambil asal jepret yang penting ada kenang-kenangan.

Ini yang jadi penyesalan terbesar saya. Kenapa saat itu saya nggak merekam banyak kejadian sehingga bisa jadi dokumentasi yang indah. Terbayang deretan perahu di Pasar Terapung Sungai Barito, suasana senja di Darling Harbour Sydney yang eksotis, matahari terbit di batas cakrawala pantai Surfers Paradise, Gold Coast. Suasana malam dari puncak Wheel of Brisbane atau bunga-bunga yang bermekaran di kota kecil Toowomba yang menggetarkan hati.

Ah, penyesalan memang selalu datang belakangan. Kalau duluan, namanya jadi pendaftaran.

Semua penyesalan saya kubur dalam-dalam. Dan saya mau move on (ini sengaja dibikin lebay, supaya gimandang gitu). Meski saya berharap diberi kesempatan bisa kembali menapaki tempat-tempat itu lagi dengan segala persiapan sehingga bisa didokumentasikan dengan baik.

Apalagi sekarang, info traveling nggak lagi hanya lewat fotografi. Kita seakan disuguhi sajian yang lebih menarik lagi, yaitu travel video singkat tentang tempat wisata dari para traveler atau backpacker. Ya, video sekarang menjadi bagian yang tidak terpisahkan dengan media sosial. Fotografi pun mulai disajikan tidak lagi sebagai single picture, melainkan rangkaian cerita yang dikompilasi dalam sebuah video.

 

Ada Apa Dengan Travel Video, Rangga? Tanya Cinta

 

Video, kita sebut saja youtube, mulai populer dan meningkat tajam peminatnya hingga 400% di tahun 2012 โ€“ 2014. Dan di tahun 2016 ini, semakin banyak lagi orang menikmati video, dimana 50%nya menggunakan perangkat mobile. Video yang banyak dinikmati adalah yang berdurasi pendek, yaitu kurang dari 6 menit (sumber Cisco).

Tidak hanya lewat youtube, facebook juga memperkenankan penggunanya mengunggah video. Bahkan, Periscope atau Snapchat, media sosial yang menampilkan real time story telling mulai populer. Sehingga video kini menjadi salah satu daya tarik para blogger dan social media influencer untuk mengoptimasi karya-karyanya. Oya, Steller merupakan medsos kekinian dimana kita bisa mengunggah short video (follow Steller saya ya kakaaak, cari aja Anneadzkia di Steller.co).

Tahun-tahun 2012-2014 lalu merupakan masa dimana saya dan keluarga banyak melakukan traveling. Namun sayangnya, saya belum terekspose dunia videografi ini. Jadi sekarang terasa menyesalnya. Seadainyaโ€ฆ.ah, lupakan seandainya.

Pas banget, Mas Teguh Sudarisman, seorang travel blogger sekaligus editor-in-chief Kalstar Flight magazine dan web www.TGIFmag.com membuka workshop membuat travel video menggunakan smartphone minggu lalu. Tepatnya tanggal 13 April, yang langsung saya sambit, eh sambut dengan antusias.

Kapan lagi dapat ilmu keren dari seorang travel blogger dan praktisi videografi seperti beliau. Oya, data-data di atas tentang kemajuan teknologi video juga disampaikan oleh Mas Teguh dalam workshop.

 

Membuat Short Travel Video Making by Smartphone

 

Sebelum saya share ilmu beliau yang keren banget, saya ingi menunjukkan sebuah travel video yang saya sukaa banget. Cekidot ya.

 

 

Apa yang teman-teman lihat dalam travel video tersebut? Mari kita ulas satu-persatu.

  1. LOKASI SITUS

Video tersebut diunggah ke youtube oleh pembuatnya. Siapapun bisa mengaksesnya karena disetting untuk umum.

Kenapa youtube? Hingga saat ini, youtube merupakan situs terpopuler yang mengakomodasi kita untuk menemukan beragam jenis video yang kita butuhkan. Mulai dari video panjang seperti film, hingga video singkat.

Youtube juga merupakan website ketiga yang paling banyak dikunjungi setelah Google dan Facebook. Sehingga, para videografer atau vlogger banyak mengunggah karyanya di youtube agar mendapatkan banyak views. Bayangkan saja, youtube mendapatkan kunjungan 4 miliar per hari.

 

  1. VIDEO LEWAT SMARTPHONE

Saat ini, travel video singkat sudah bisa dibuat dengan mudah dan berkualitas bagus dengan mengunakan smartphone, baik yang memiliki sistem operasi windows phone, android, iOS ataupun Blackberry.

Meski memang, kalau mau kualitas gambarnya lebih keren lagi bisa menggunakan kamera DSLR yang mempunyai fitur video. Tapi tentu waktu yang dibutuhkan untuk mengolah akan lebih panjang lagi. Ini membuka lebih banyak pilihan buat kita (eh saya kali ya) yang nggak mau ribet dan nggak punya banyak waktu (sok sibuk banget dah ah).

 

  1. DURASI

Video di atas termasuk short video. Ada apa dengan short video dan kenapa kita akan fokus membahas short video? Saya beri poin-poin alasan ya.

  • Orang menonton video menggunakan ponsel, di sela-sela aktivitas. Waktu mereka tidak panjang.
  • Rata-rata rentang perhatian manusia hanya 8,25 detik. Maksudnya, orang akan betah memperhatikan satu obyek yang sama tak lebih dari 8,25 detik. Sehingga video banyak dibuat dalam bentuk potongan frame agar tidak membosankan.
  • Orang di negara kita yang beriklim hangat, cenderung memilih video pendek dibanding orang-orang yang tinggal di iklim dingin (sumber HubSpot).
  • How short? Menurut Mas Teguh, estimasi durasi video yang banyak ideal adalah 2-3 menit. Tidak terlalu lama, juga tidak terlalu singkat.

 

  1. BANYAK FRAME
  • Seperti yang saya sebutkan dalam poin sebelumnya, supaya tidak membosankan, sebaiknya travel video tersebut memuat banyak frame yang masing-masing framenya sekitar 5 detik saja. Bayangkan kalau terlalu lama, kita pasti buru-buru menekan tombol back dan malas melanjutkan karena bosan.
  • Rangkaian frame tersebut bisa disusun menjadi urutan cerita yang menarik. Dalam video di atas, diceritakan suasana penambangan batu. Tiap frame memberi kesan yang mendalam dan mendukung frame-frame berikutnya.

 

  1. GAMBAR STABIL

Iya, gambar tidak goyang yang bisa bikin mata kita pusing. Kalau kita memegang ponsel, apalagi sambil berjalan, pasti goyang-goyang ya. Aktifitas menekan tombol juga bisa membuat getaran sendiri. Nah, untuk itu, mas Teguh merekomendasikan penggunaan tripod atau monopod untuk mengurangi getaran dan menghasilkan gambar yang lebih stabil.

Kalau mau gear yang lebih keren juga bisa aja. Nanti akan saya beri contoh peralatan pendukung videografi ya.

 

  1. MUSIK LATAR

Vlog, atau video blog biasanya menampilkan narasi dari pembuatnya. Tidak seperti video klip yang menampilkan gambar-gambar saja.

Musik merupakan media pendukung yang bisa memberi mood isi video yang kita buat. Seperti video di atas, kesan gambar yang sendu dan gloomy didukung oleh musik yang mengalun lambat dan penuh emosi. Untuk video yang ceria, tentu musiknya pun harus berkesan gembira. Tiap jenis musik bisa memberikan mood dan kesan yang berbeda, sehingga kita harus hati-hati dalam memilih musik sebagai background.

Oya, untuk video komersil yang kita unggah ke youtube, tidak boleh menggunakan musik komersil pula karena tidak akan diterima oleh mesin pencari google dan jangan berharap mendapatkan sponsor nantinya.

Sumber musik latar/backgroud yang bisa diperoleh secara gratis, antara lain:

  • Youtube
  • Bensound.com
  • FreeMusicArchieve.org
  • JoshWoodward.com
  • FreeSoundtrackMusic.com
  • Incompetech.com

 

  1. KUALITAS SUARA

Suara, apabila kita akan memberikan voice over, kualitasnya harus bagus dan jelas terdengar. Untuk mendukung, agar video kita hasilnya lebih bagus bisa menggunakan microphone terpisah,ย micropohone bawaan smartphone kita, atau microphone dari laptop yang suaranya baru kita masukkan saat mengolah dan editing video tersebut. Bandingkan saja mana yang lebih bagus.

 

  1. KONTEN

Sekali lagi, the power of content. Konten memegang peranan besar dalam hasil karya kita. Apakah video yang kita buat bermanfaat, tidak hanya menarik dan bagus.

Ada beberapa konten video yang saat ini bisa kita lihat di youtube ataupun media sosial lainnya:

video content

 

***

Ke delapan poin di atas merupakan elemen-elemen yang perlu kita perhatikan dalam membuat sebuah video yang sedang kekinian. Iya, kekinian. Sekarang siapa aja bisa membuat video. Anak saya pun bisa. Tapi tentu kita bisa membandingkan kualitasnya, mana yang dibuat dengan ilmu mana yang tidak.

Lalu bagaimana selanjutnya? Ya, mulai saja. Berikut langkah-langkah membuat video travel dengan smartphone.
langkah membuat video

 

Perangkat yang dibutuhkan (ini sifatnya individual, sesuai dengan kebutuhan masing-masing) untuk membuat travel video antara lain:

 

travel video

Naah, yuk mulai belajar membuat travel video. Sebenarnya apa yang saya tulis hanya sebagian kecil ilmu yang diberikan oleh Mas Teguh dalam Workshop Creating Short Travel Video using Smartphone yang saya dapat minggu lalu. Kalau ingin ilmu sekaligus latihan langsung, Mas Teguh kabarnya membuka pelatihan berikutnya tanggal 15 Mei 2016 di Setu Babakan.

Berikut ini adalah video liputan saat workshop berlangsung. Jangan bandingkan dengan kualitas videonya Mas Teguh Sudarisman di awal postingan ya. Silakan beri masukan, apa kekurangannya dan sisi mana yang harus diperbaiki berdasarkan share saya ini. Boleh kirim komen apa aja kok. Apalagi sambil kirim pulsa (eeh ntar disangka oknum mama minta pulsa lagih).

Workshop belajar membuat video travel singkat dengan menggunakan smartphone yang saya ikuti dihadiri oleh 16 teman bloggers. Beberapa sudah saya kenal, beberapa lainnya baru kenal. Jadi nambah kenalan baru deh. Suasana workshop santai banget, di Batik Gallery Setu Babakan, Jagakarsa.

Di Batik Gallery, kami sempat melihat pembuatan batik tulis, melihat pemandangan Setu Babakan yang segar dan mencicipi jajanan tradisional yang ueeenaaak. Eh ya, makan siang yang kami makan bersama juga enak banget dan banyak. Yang pasti, mengikuti workshop bersama Mas Teguh sangat menyenangkan dan memberi banyak ilmu baru buat saya.

Share:

26 Comments

  1. April 24, 2016 / 10:16 am

    Mampir ke sini itu nemuin Anne dari sisi yang lain, ternyata punya sanguin ya, tulisannya ringan dan asik dibaca. Menyenangkan. Dengan tema yang sama, Anne bisa mengemas acara kemarin dengan cara yang beda, itu gambar peralatannya gimana cara bikinnya aku belum bisa. Belum bisa aplot video juga ke blog hiks,
    Terus Anne kepikir untuk remake info yang sama dengan sentuhan personal seperti ditulis ulang dengan tulisan tangan. Kalau aku jadi jurinya, tulisan ini pasti aku menangin hihihi. Nice to meet you, Anne… semoga makin sering ketemu ya, mau ngobrol soal HS belm sempat2 euy.

    • Anne Adzkia
      April 24, 2016 / 8:25 pm

      Waah makasih apresiasinya. Aku malah sempat minder baca tulisan mbak Donna. You’re really a talented writer mbak.

  2. April 24, 2016 / 8:49 pm

    halo mbak, aku mau ikutan juga nanti di kelas Mas Teguh selanjutnya, semoga aku bis abikin video log yang baik dan benar nantinya

    • Anne Adzkia
      April 24, 2016 / 8:55 pm

      Kalau ada waktu aku mau ikutan datang juga. Tapi lihat nanti deh. Pgn nyoba bikin video situ babakan yang asyik banget pemandangannya.

  3. April 24, 2016 / 9:06 pm

    Dapat ilmu baru lagi, lumayan nih…. mau belajar ah ๐Ÿ™‚

    • Anne Adzkia
      April 24, 2016 / 9:07 pm

      Silakan Kak Didik, selamat mencoba ๐Ÿ™‚

  4. April 25, 2016 / 6:33 am

    Tulisan yang bermanfaat
    step by step membuat video membuat hasil yg maksimal
    salam sehat dan semangat

    • Anne Adzkia
      April 25, 2016 / 8:30 am

      Thankyou Mas Agung

  5. April 25, 2016 / 11:04 am

    Wah, belajar yang seru ya Mbak dan pastinya menjalin silahturahmi juga ๐Ÿ™‚

  6. April 25, 2016 / 11:42 am

    pengen banget bisa buat short travel video, tapi kok ya ada ada saja alasannya, tapi pastinya saya belum punya kamera dan handphone yang memadahi untuk membautnya

    padahal sekarang google suka banget dengan konten video ๐Ÿ™‚

    • Anne Adzkia
      April 25, 2016 / 11:51 am

      Iya ya Mas. Saya browsing2 web LN skrg kontennya selalu ada video jg

  7. April 25, 2016 / 2:23 pm

    Pengen sih bikin travel video, tapi masalah benwit ini mengganggu banget. Apalagi kalau maunya cepet2 ๐Ÿ˜€

    • Anne Adzkia
      April 25, 2016 / 3:02 pm

      Huaaa iyaaa. Itu kendalanya ya

  8. April 25, 2016 / 2:52 pm

    Aku masih belajar bikin video vlog nich, semoga aja berhasilmaksimal dengan peralatan yg minimal hehehe

    • Anne Adzkia
      April 25, 2016 / 3:03 pm

      Bisa Om Cumiii..yg diajarin mas Teguh itu peralatan seadanya bgt. Tekniknya aja yg diajarin.

  9. April 25, 2016 / 10:01 pm

    Waah keren nih artikelnya, ada aku disebut-sebut. ๐Ÿ˜€
    Dah mulai keracunan bikin short video dong ya sekarang? ๐Ÿ˜€

    • Anne Adzkia
      April 25, 2016 / 10:50 pm

      Jiaaah iya lah artisnya harus disebut2 ๐Ÿ™‚ iya nih Mas. Kemana2 jd record video trs. Hihihi. Asyik juga.

  10. April 26, 2016 / 1:50 pm

    Aku sebenernya mau ikutan..*setelah baca post fb nya Lia. Tapi kepentok kerjaan huhuhu

  11. April 27, 2016 / 9:45 pm

    Aduh, pingin banget ikutan belajar

    • Anne Adzkia
      April 27, 2016 / 10:05 pm

      Ada lagi tanggal 15 Mei lhoo

  12. April 29, 2016 / 6:26 pm

    wah, selama ini pengen banget belajar bikin video pake hp, kalo ada cara lebih detail mau dong hehee…. ulasannya rapi mbk, kereen

    • Anne Adzkia
      April 29, 2016 / 6:39 pm

      Enaknya belajar offline mbak. Langsung praktik.

  13. Ery Udya
    May 2, 2016 / 3:21 pm

    Dari kemarin saya pengen buat video, akhirnya nemu cara yg bagus d sini, terima kasih ilmunya, mbak ๐Ÿ™‚

    • Anne Adzkia
      May 2, 2016 / 4:26 pm

      Waah alhamdulillah kalau bermanfaat.

  14. May 8, 2016 / 7:47 pm

    Tipsnya lengkap mbak. Aseeek…. makasih sharingnya. Sayangnya gak bisa ikutan yang kelasnya mas Teguh nanti.

    • Anne Adzkia
      May 8, 2016 / 7:50 pm

      Belum lengkap sebenernya Yan, krn tips praktiknya sendiri hrs Mas Teguh yg ngajarin biar afdol. Ilmunya dapet, ruhnya jg dapet.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *