Liburan Bebas Bete

Liburan Bebas Bete

Pernah bingung ketika menghadapi liburan sekolah anak-anak?

Itu yang sering saya hadapi kalau memasuki liburan sekolah dan belum punya agenda traveling bersama keluarga.

Awalnya, saya dan dua bocah-bocah ini beraktifitas seperti layaknya weekend rutin. Mereka menghabiskan waktu nonton tv, main game atau main ke luar dengan anak-anak tetangga. Saya bayangin, kalau selama dua minggu mereka seperti itu, pasti saya yang senewen. Ngomel-ngomel melarang mereka kebanyakan nonton atau nge-game, tapi membiarkan mereka bingung karena kehabisan aktivitas.

finger painting. emaknya terpaksa kreatif bikin apron dari kantong plastik belanjaan

 

Akhirnya, saya dapat ide tak tertuga, yaitu membuat kegiatan Islamic homeschooling selama liburan. Pertimbangannya selain mencari kegiatan buat anak-anak, juga untuk memberikan mereka nuansa sekolah Islami yang nggak mereka dapatkan di sekolah mereka sekarang dan mengantisipasi senewennya si emak yang kesel melihat tingkah anak-anak yang cepet bosenan.

Sebelum acara homeschooling ini dimulai, pastikan anak-anak siap. Mereka nggak sedang bete atau sakit, dan saya juga sedang nggak punya banyak PR (baca: deadline) untuk diselesaikan. Semua harus dalam kondisi fun dan siap menjalankan aktivitas baru ini.

Sambil mengarahkan mereka, saya juga bisa sambil tetap mengerjakan aktifitas rumah tangga. Tinggal bisa-bisanya memanfaatkan waktu ketika mereka sibuk beraktivitas.

Kegiatan ini baru percobaan. Saya pun memulainya secara spontan. Jadi rencana yang saya siapkan masih akan berubah-rubah sesuai kondisi anak-anak dan kebutuhan kami.

Nah, untuk kegiatan holiday Islamic homeschooling ini, saya membuat agenda seperti berikut:

Pagi usai sarapan, anak-anak biasanya minta izin nonton tv. Kali ini, sebelum mereka minta, saya lebih dulu minta mereka untuk beraktivitas outdoor. Bebas, boleh apa saja. Sementara itu, saya beres-beres rumah (nyedot debu, ngepel, cuci piring dan masukkin cucian ke mesin cuci).

Sementara, di belakang rumah, anak-anak bermain berdua. Main ayunan, main pasir (di bak pasir yang memang kami sediakan khusus), main bareng hewan piaraan mereka (kami  punya 2 ekor guinea pigs, Luigi dan Louisa) dan menyiram tanaman.

Ketika pekerjaan saya selesai, sekitar 1 – 1,5 jam kemudian, saya panggil mereka untuk shalat Dhuha dan morning tea. Saatnya anak-anak untuk menikmati makanan sehat (buah, yoghurt atau keju) dan brain breaking sebelum beraktivitas berikutnya.

Selesai shalat Dhuna dan ngemil snack sehat, kami masuk ke sessi pertama. Pada sessi ini, anak-anak diajak membuat prakarya atau aktivitas bersama. Seperti menggambar, menulis cerita, membuat boneka tangan dari kain felt, berkebun, memasak bersama, berkreasi dengan bahan recycle, dan lain-lain.

main bareng Loisa dan Luigi, marmut (guinea pig) piaraan mereka

 

Lanjut, acara berikutnya adalah nonton film bareng. Pilih film-film edukasi yang bisa dijadikan bahan diskusi bareng. Kami nonton film kisah nabi, kartun Box Office, dokumenter, atau cukup menonton National Geographic/Animal Planet di televisi.

Sementara anak-anak nonton, saya sempatkan kabur sebentar untuk memasak makan siang. Dan begitu film selesai, kami makan siang bersama dalam suasana fun. Biasanya anak-anak suka males tuh kalau lagi asyik-asyik nonton tv atau main game diganggu. Tapi kali ini, karena mereka sudah dipersiapkan, malah mereka nunggu-nunggu waktunya makan siang.

Biasanya mereka makan siang di sekolah jam 11. Saya sempat telat setengah jam, baru siap makanannya. Kalau mau lebih fun lagi untuk mereka, bisa juga dengan melibatkan mereka membuat makanan untuk makan siang. Pilih menu makanan sesuai keinginan mereka, supaya makannya nggak sambil cemberut :).

Abis makan, perut udah kenyang, saatnya shalat Dzuhur berjamaah. Anak saya (Naufal, 9 tahun) yang jadi imam. Usai shalat, kami doa bersama. Lalu kami bikin agenda hafalan Al-Qur’an. Saya buatkan sheet dalam huruf latin (karena anak saya baru di level 3 Ummi, jadi belum bisa baca Al Qur’an dengan sempurna) surat-surat pendek untuk dihapal, atau cukup dengan mengulang hapalan yang lama. Sepuluh sampai lima belas menit cukup untuk hapalan ini supaya anak-anak nggak bosan.

Sebagai alternatif sessi hapalan ini, bisa bergantian dengan belajar baca Al Qur’an. Anak-anak kan gampang bosan juga kalau agendanya terlalu kaku.

menggunting, melipat, merekat dan menjahit

Setelah itu, saya ajak anak-anak baringan di kasur. Sambil mereka istirahat, waktunya story telling. Saya bacakan kisah-kisah Islam seperti kisah nabi, sahabat Rasulullah, kisah hewan dalam Al Qur’an, kisah teladan Islam dan sebagainya. Anak-anak saya sih paling seneng deh kalau dibacain cerita. Mereka ketawa-ketawa kalau ada bagian yang lucu.

Oya, bacain cerita ini juga ada seni tersendiri lho. Harus fun. Supaya mudah diingat anak-anak dan nggak bikin bosen.

Setelah itu, anak-anak bisa tidur siang atau acara bebas.Sambil diperdengarkan musik klasik, supaya mereka lebih rileks dan emaknya juga bisa istirahat. Capek juga ya menggiring anak-anak. Biar capek, saya juga have fun. Nggak ada tuh bete berantem sama anak-anak karena mereka susah diatur. Malah, anak-anak antusias banget. Setiap usai satu aktivitas, mereka nanya. “What are we gonna do next, Mi?” Tinggal sayanya yang harus bisa cari ide secepat mungkin supaya tetap bikin mereka sibuk dan nggak ada celah buat nonton tv nggak jelas atau nge-game.

Nah, acara belum selesai, Saudara-saudara. Setelah itu, kami bikin acara afternoon tea. Kami sepakati pengen makan cemilan sehat apa. Seperti kue-kue, jagung rebus keju, jagung bakar mentega, puding roti kukus, puding roti panggang, muffin, dan sebagainya. Jangan lupa bikin suasana yang fun. Supaya tambah fun, kami minum pakai cangkir keramik mini mainannya Kayyisha.

Usai afternoon tea, anak-anak masih antusias. Kami bikin sessi game. Game-nya bisa dicari di buku, di website, atau gunakan permainan yang sudah ada. Anak-anak lebih suka menciptakan sendiri permainannya. Jadi mereka bikin sendiri tuh game mirip ular tangga. Digambar sendiri, dadunya bikin sendiri, pionnya juga pake barang-barang yang ada di box mainan mereka. Selingi game indoor dan outdoor, biar mereka nggak bosan.

salah satu hasil kreatifitas bocah-bocah: boneka felt burung hantu

Bikin permainan yang sifatnya kompetisi. Ini bagus untuk melatih mereka berkompetisi, bermain fair, nggak tinggi hati ketika menang dan berbesar hati ketika kalah. Anak saya sempet ada yang ngambek karena kalah terus. Sambil main, saya kasih pengarahan supaya mereka selalu fairplay.

Momen game ini juga bisa diganti dengan shopping time. Acara shopping ini kami buat sedikit berbeda dari biasanya. Saya beri anak-anak challenge. Saya kasih daftar belanja saya, dan mereka harus mencari sedikitnya 5 barang yang ada di daftar. Dan saya beri mereka reward kalau berhasil.

Huah, banyak ya. Memang aktifitas kami benar-benar padat. Nggak ada waktu kosong mereka tanpa diisi dengan kreatifitas. Risikonya rumah berantakan. Meski pagi-paginya udah dirapiin, dalam sekejap akan berubah jadi kapal pecah lagi. Hehehehe.

Lanjut, kami shalat Ashar berjamaah. Sore nanti, mereka ada appointment dengan Abi mereka khusus sessi science. Akan ada tulisan saya khusus tentang science nanti. Mereka kami beri science project yang harus diselesaikan selama seminggu. Sambil menunggu Abi pulang kerja, mereka boleh bereksperimen untuk menyelesaikan project mereka masing-masing.

Pas abi mereka pulang, saatnya sessi science. Sementara umminya bisa nyiapin makan malam. Sambil main di halaman belakang, eksperiment dan sesekali main sama Luigi dan Louisa, anak-anak enjoy banget aktivitas homeschooling mereka.

Dan, tibalah saatnya shalat Maghrib dan makan malam. Anak-anak ramai bercerita tentang aktivitas mereka. Menjelang tidur, anak-anak sudah sholat isya dan gosok gigi. Mereka masuk kamar jam 8 malam. Dan sudah jadi aktivitas rutin, saya atau suami bergantian membacakan cerita menjelang tidur.

Pelukan dan ciuman adalah hal wajib sebelum tidur. Kalau tidak, anak-anak pasti protes. Mereka sudah lelah beraktivitas, mereka berdoa dan sambil memeluk bilang,”It was the best school ever” atau “You’re the best teacher ever.”

Mereka pun tidur dengan nyenyak, mengisi kembali batere untuk aktivitas padat keesokan harinya.

*Tips tambahan:

1. Supaya anak-anak tetap semangat, bikin kegiatan yang bervariasi dan nggak terlalu kaku mengikuti jadwal.

2. Persiapkan media dan sarana sebelumnya serta ide-ide cemerlang.

3. Kerja sama dengan suami juga penting, supaya si emak tetap semangat dan mendapat support.

4. Jangan lupa selipkan pesan-pesan Islami seperti hadits pada setiap kesempatan, selalu memulai dan mengakhiri aktivitas dengan berdo’a dan berdzikir.

5. Latih anak-anak selalu membereskan bekas mainannya, membereskan kamar dan tempat tidur sendiri.

6. Jangan pelit-pelit kasih reward, baik berupa hadiah maupun ucapan selamat supaya mereka bangga dan selalu semangat.

Selamat berlibur bersama buah hati, para Emaks.^^

 

Share:

14 Comments

  1. aisyah
    September 29, 2013 / 1:35 pm

    Very interesting mbak Anne, coba dekat pasti ikut gabung. Tapi makasih banget mbak, jd ketularan nih dan akan kita mulai esok (kalau emaknya ga malas) hehehe

    • Anne Adzkia
      September 29, 2013 / 2:08 pm

      Hayo coba, mbak Dila. Energi dan semangat emaknya akan menular ke anak-anak. Ngeliat antusiasme mereka, malasnya bakal ilang kok 🙂

  2. Susanti Dewi
    September 29, 2013 / 1:39 pm

    Kreatif banget mba dan seru 🙂

    • Anne Adzkia
      September 29, 2013 / 2:09 pm

      Makasih yaa 😀

  3. Wiena
    September 29, 2013 / 3:21 pm

    Seru ya mba. Saya juga nerapin homeschooling buat anak2 saya 🙂

    • Anne Adzkia
      September 29, 2013 / 4:38 pm

      Wah hebat. Saya baru mulai dan cuma utk liburan aja. Blm kebayang kalo fulltime homeschool. Ini aja kalo berasa ngos2an, hehehe.

  4. September 29, 2013 / 5:29 pm

    Huaaaaaa, kereeenn bangett mak. Boleh gak anak-anak saya ikutan homeschoolingnya di sana ? *dikeplak 😀

    • Anne Adzkia
      September 29, 2013 / 5:35 pm

      Hahahaha…boleeeeh siniii. Tapi ongkos sendiri yaaa ;-p

  5. damarojat
    September 29, 2013 / 10:32 pm

    waw….padat bgt mbak. tp keren!!! kebayang deh gimn rumahnya dlm dua minggu itu 😀 😀

    • Anne Adzkia
      September 30, 2013 / 12:32 am

      Yah begitulah, kebayang kan. Hihihihi.
      Sekarang ditambah pake acara kemping2an pula…

  6. Resti
    May 25, 2014 / 2:38 am

    sangat ‘creative & inspiring’ ya mbak Anne…suatu waktu bisa d coba disini;)

    • Anne Adzkia
      May 25, 2014 / 5:30 am

      Silakan mbak. Makasih udah mampir yaa ^^.

  7. December 19, 2014 / 9:20 pm

    Yayy, ummi’s blog

Leave a Reply

Your email address will not be published.