Karena Kita Adalah Manusia Digital

Karena Kita Adalah Manusia Digital

Setidaknya itu yang saya rasakan. Meski usia saya nggak lagi muda, karena bukan orang yang lahir di tahun milenial. Dan nggak sedang ngaku-ngaku generasi milenial.

Saya termasuk gen X, gak usah disebut tahun lahirnya. Anak-anak saya beda dua generasi dengan saya. Mereka Gen Z atau anak milenial. Bedanya, saya lahir di masa ketika dunia masih gelap, hehehe. Sumber penerangan baru ada matahari dan petromax. Kemudian hidup melewati perubahan zaman, hingga bertemu dengan para Gen Alpha.

Semua generasi yang masih hidup hingga saat ini mau nggak mau terbawa arus digital dan teknologi internet. Melebur bersama generasi yang sejak lahirnya sudah terpapar gadget (dari sebelum lahir udah punya foto di media sosial). Lalu nggak bisa hidup tanpanya.

Bayangkan deh, tiba-tiba kamu harus pindah ke sebuah negeri dimana koneksi internet gak ada. Semaput gak sih? Iya lah. Mau masak, butuh resep bingung cari dimana. Mau pergi-pergian, pakai cara lama yaitu tanya orang lewat, karena nggak bisa pakai GPS.

Betapa ketergantungan kita pada dunia digital dan internet menjadikan segala informasi tampak mudah hanya dengan gerakan jari. Salah satu sumber informasi dan bahan bacaan kita saat ini adalah blog. Ini membuat saya harus menghilangkan kegaptekan saya dan membuat saya bertahan untuk terus blogging.

 

Ya, inti dari tulisan ini selanjutnya adalah Kenapa Saya Blogging?

 

blogger

Pertama kali saya berkenalan dengan blog ketika Multiply masih ada. Disana saya bertemu dengan beberapa MPers yang hingga kini masih eksis ngeblog. Sebutlah Omnduut, Uni Dian, Hairi Yanti, Antung Apriana, Gita Lovusa dan eh siapa lagi ya. Bentar saya ingat-ingat dulu. Sebagiannya memang sudah fokus ke dunia penulisan buku.

Saya menemukan menulis adalah PASSION saya di tahun 2009. Namun, saya sudah menulis sejak duduk di bangku SD, dan sudah bercita-cita jadi penulis di usia SMA. Impian saya saat ini masih satu, yaitu menjadi novelis dan rasanya mimpi itu masih jauh untuk diraih. Sekarang malah keenakan di blogging.

Menurut saya blogging adalah sebuah profesi yang CHALLENGING. Ya, saya berani menyebutnya profesi karena kita bisa berpenghasilan lewat blogging (info buat yang belum tahu). Karena ternyata blogging nggak cuma tentang menulis. Kalau nggak percaya, baca tulisan ini: Kenapa Blogging adalah Profesi Hardcore?

Dan karena kita semua adalah digital person, keberadaan blog masih sangat dibutuhkan dunia. Banyak orang memprediksikan blog berangsur-angsur akan punah dan tergantikan oleh video (youtube) dan media sosial (misalnya Instagram dan facebook). Tapi hingga saat ini, at least menurut saya, blog masih dibutuhkan orang kok. Buktinya…..ya trafik. Trafik blog teman-teman saya masih cukup tinggi. Kalo blog saya sih, yaah, jangan dibahas lah ya, ngisinya aja jarang, huehehe.

Tentunya, banyak syarat-syarat yang membuat sebuah blog mendapat trafik tinggi (sssttt saya masih berjuang di sini. Jadi jangan tanya-tanya dulu ya sebelum saya syukses).

Mampir sini juga ya: Aplikasi Smartphone yang Perlu Dimiliki Blogger

Saya suka menulis di blog, karena blog adalah media yang FLEKSIBEL. Saya bisa sharing apa saja, mengeluarkan ide dan pengetahuan yang saya dapat, sebelum menguap ditelan usia.

Dulu saya gaptek bukan main. Untuk bertahan di dunia blogging, saya mencoba upgrade ilmu. Apa aja ilmu yang dibutuhkan untuk blogging, tunggu postingan saya berikutnya ya. Pelan-pelan, saya mendobrak kegaptekan untuk menuntaskan keingintahuan dalam aktivitas digital. Agar nggak hanya jadi pengguna yang pasif, namun menjadi aktivis yang bisa berkontribusi. Meski sedikit, meski belum konsisten, meski terbatas oleh kapasitas lain yang belum saya punya.

Baca juga: Emak-emak, Ayo Jangan Gaptek Lagi

Memang sih, progress saya dalam blogging ini nggak sepesat teman-teman saya yang memulai bareng, tapi saya masih ada di sini. Jatuh bangun, menghidupkan blog ini agar nggak sepi-sepi amat. Seperti hari ini, ikutan 30 Day Blogging Challenge bersama Blogger Perempuan Network. Kembali mencoba menghidupkan semangat yang sempat menurun.

Buat saya yang kemarin-kemarin banyakan off-nya blogging, nulis kalo ada “maunya” aja, challenge seperti ini bermanfaat sekali. Nah, sekalian deh buat kamu yang suka drop juga semangat nulisnya dan mau bangkit lagi, baca Tips Mendongkrak Semangat Blogging deh. Trus ikutan challenge ini, menulis tiap hari bersama Blogger Perempuan Network.

Satu hal yang hampir pasti menjadi motivasi blogger adalah karena ingin SHARING ide, pengalaman, pengetahuan dan informasi. Blogging adalah salah satu sarana aja. Banyaaak sekali sarana kita untuk berbagi, baik secara online maupun offline. Yuk, terus berbagi kebaikan di mana aja.

Semoga apa yang saya tulis bermanfaat yaa. Sampai jumpa besok.

Share:

2 Comments

  1. November 22, 2018 / 10:23 pm

    Setuju bgt dg yg mb anne tuliskan
    Dan…
    Ngeblog memaksa saya untuk belajar coding pada akhirny

    • Anne Adzkia
      November 30, 2018 / 10:53 pm

      Kerennnnn…

Leave a Reply

Your email address will not be published.