“Duo L” – Louisa dan Luigi (In Memoriam)

“Duo L” – Louisa dan Luigi (In Memoriam)
20130817_205426

my kids love Louisa and Luigi so much as they played together everyday

Usia mereka terpaut satu minggu. Louisa umurnya  5 minggu dan Luigi 4 minggu, pada saat itu. Badan mereka masih imut-imut, lucu. Senang dielus dan digendong.

Awal mereka sampai di rumah kami, mereka pendiam sekali. Terutama Luigi, yang lebih pemalu dari pada Louisa. Anak-anak yang sudah lama kepingin punya hewan piaraan, menyambut suka cita kedatangan Luoisa dan Luigi.

Kami membelinya dari sebuah keluarga yang punya banyak Guinea Pig (marmot), seharga masing-masing $5. Cukup murah, dibanding hewan piaraan lain yang harganya bisa mencapai ratusan dollar.

Well, sempet kaget juga, sih. Karena ternyata harga perlengkapan mereka, seperti kandang, alas jerami, makanan, botol minum, shampoo, dll ternyata menghabiskan biaya $100 juga.

Mereka sukaaaa sekali makan selada. Sejak tahu mereka doyan, kami selalu beli selada lebih banyak dari normal. Satu bunch selada bisa dimakan kilat nggak sampai 5 menit.

Momen menyenangkan bareng mereka salah satunya adalah saat mandiin. Mereka sebenarnya takut air. Tapi dasar anak-anak seneng main-main, sesekali mereka dimandiin pake air hangat-hangat kuku. Seger deh, setelah dihanduki dan bulu-bulunya berdiri karena masih basah.

Louisa dan Luigi punya karakter yang berbeda. Louisa cenderung aktif, “macho” dan agak ngeyel. Luigi, yang jantan, malah lebih kalem, pemalu dan santai. Kami seneng memperhatikan kebiasaan-kebiasaan mereka. Dari sana, kami juga memahami bahwa binatang juga mirip manusia, punya sifat masing-masing dan gaya yang berbeda saat ingin diperlakukan.

DSC_0009

our beloved Louisa and Luigi

Awal-awal saya pindah ke Australia, saya berpikir orang-orang Aussie ini norak banget. Berlebihan kalau memperlakukan binatang, terutama anjing dan kucing. Piaraan dianggap seperti keluarga sendiri.

Bahkan ada orang yang merasa nggak perlu punya anak, karena mereka sudah punya anjing. Nggak ada bedanya. Kebutuhan para hewan ini disediakan beragam rupa. Ada yang dikemas eksklusif dan istimewa. Mainan, vitamin, cemilan, pakaian, aksesoris, selimut, dan sebagainya. Harganya nggak murah, lho. Belum lagi biaya imunisasi dan kontrol kesehatan ke vet yang lebih mahal daripada kita periksa dokter kalau sakit.

Setelah kami punya Louisa dan Luigi baru kami merasakan, betapa rasa sayang kami kepada hewan bisa sama besar dengan rasa sayang kita pada manusia. Dan kami pun melakukan hal yang sama, menganggap mereka anggota keluarga.

Kami sediakan tempat bermain, kebutuhan-kebutuhan mereka kami penuhi, diajak main dan disayang-sayang. Kami selalu memberi mereka makanan dengan kualitas baik. Kami sayaaaaang banget sama mereka. Apalagi anak-anak saya.

Louisa dan Luigi tumbuh sehat. Makannya banyak dan cepet besar. Dalam dua bulan, ukuran tubuh mereka sudah tumbuh dua kali lipat saat mereka baru datang.

Kalau kami mau bepergian lama dan sampai menginap, kami harus cari tempat buat menitipkan mereka. Alhamdulillah ada sahabat keluarga kami yang bersedia yang juga sayang pada Luigi dan Louisa sama besar seperti kami. Sampai-sampai kami rencana mewariskan Luigi dan Loisa kalau kami pindah.

DSC_0013

they were cute, weren,t they?

Singkat cerita…

Tadi pagi, suami ingin Luigi dan Louisa dapat suasana baru, seperti biasa kalau cuaca masih adem. Dipindahkannya mereka dari kandang ke rumput, supaya mereka bisa makan makanan segar. Entah kenapa, kami lupa memindahkan mereka lagi ke kandangnya menjelang siang.

Kami baru ingat lewat tengah hari. Dan kami lihat mereka rebahan seperti biasanya kalau kekenyangan, tidur siang. Tapi pas diguncang-guncang, mereka sudah nggak bergerak. Badan mereka kaku. Mata mereka menutup rapat.

Kehilangan mereka rasanya seperti kehilangan anggota keluarga kami. Membayangkan mereka saat main dengan anak-anak, lalu melihat tubuh mereka kaku, rasa menyakitkan sekali. Nggak tega sekali saat tubuh mereka kamit tutup tanah.

Ah, Louisa.. Luigi. Bagaimanapun, kalian adalah titipan dan amanah dari Allah. Maafkan kami karena kami lalai menjaga kalian.

Makasih udah nemenin anak-anak main selama ini.

Awalnya, kami khawatir meninggalkan kalian kalau kami pindah. Ternyata rencana Allah berbeda, kalian yang meninggalkan kami duluan. Rest in peace, kids. We’ll always love you.

 

Emerlad, QLD, 8th of November 2013 

Ummi-Abi-Ghazi-Kayyisha

 

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *