Tiba-tiba saya terkenang ingin┬ámengulang kisah perjalanan selama dua tahun menjejak kaki di bumi Australia. Negeri yang sedikit banyak mengubah cara pandang kami, menambah wawasan dan yang pasti meninggalkan pengalaman berharga yang mudah-mudahan membuat kami lebih baik. Di blog ini, sebelumnya saya pernah menulis beberapa kisah perjalanan juga, namun tidak banyak. Dan saya masih merasa berhutang untuk menuliskan kisah-kisah yang lain. Mungkin tidak sehebat traveling story/diary para blogger terkenal, tulisan ini hanya berupa catatan sederhana rekaman jejak saya dan keluarga. Masih ingat saat pertama kali kami tiba di Australia, kami tiba di Internasional Sydney Airport. Rasanya gimanaaaa gitu saat pertama kali menginjakkan kaki di benua Australia. Berasa mimpi. Meski badan lelah dan lusuh, anak-anak juga kelihatan capek banget setelah menempuh 9 jam perjalanan. Tapi kami excited. Saat itu bandara dipenuhi pengunjung. Kami datang di bulan Januari, saat orang-orang mengakhiri liburan musim panas mereka. Banyak orang traveling dari luar negeri. Dan Australia sebagai negara multikultural terlihat sekali, dari beragamnya suku bangsa yang ada di bandara saat itu. Selain orang kulit putih yang tentu saja sulit dibedakan dari mana saja asal mereka – saat itu saya masih berpikir kalau ras kaukasia itu identik dengan Australian – banyak sekali orang Asia. Dan saya lebih bisa membedakan dari negara Asia mana saja mereka. Yang pasti saya mengenali orang India, orang-orang berkulit sedang seperti kita mungkin berasal dari Asia Tenggara, yang berkulit putih sipit Asia Timur (Jepang, Hongkong, Korea, Tiongkok) dan yang berkulit hitam, mungkin dari… View Post