Saya masih ingat baunya saat pertama kali masuk ke tempat itu. Tiap rumah/kamar punya bau khas, bukan? Entah dari furniturnya, pengharum ruangannya, lantainya atau spreinya. Luas ruangan itu hanya kira-kira 35-40 meter persegi. Ada satu ruangan saja yang terpisah, yaitu kamar mandi. Selebihnya merupakan satu kamar besar serupa studio, tanpa sekat. Di sepertiga tengah ruangan terdapat satu buah tempat tidur besar ukuran queen. Ada rel gorden sepeti rumah sakit di atas tempat tidur yang bisa menutupi seluruh area tempat tidur utama itu. Dua bed side tables di kanan kirinya dihiasi lapu tidur sederhana dan sebuah electrical alarm clock. Warna karpet, gorden, furnitur, sprei dan quilt cover setnya senada, hijau pupus. Namun karpet, gorden dan quilt cover setnya bermotif. Yang lainnya polos. Ada tempat tidur lain di ruangan itu. Sepasang bunk beds melekat di salah satu dinding, juga dibungkus sprei hijau pupus. Di antara bunk beds dan tempat tidur besar ada meja bundar dengan 4 buah kursi. Cocok sebagai kursi makan kami berempat. Di salah satu sisi, berseberangan dengan pintu masuk, kabinet dapur memanjang membentuk huruf L memenuhi separuh dinding panjangnya. Lengkap. Disertai kompor listrik, microwave, heater kettle dan bread toaster. Di dalam kabinet-kabinetnya, berisi peralatan makan dan masak yang cukup lengkap. Belakangan kami tahu jika menyewa apartemen, itulah perlengkapan standar yang disediakan pengelola. Cukup lah untuk memasak makanan sehari-hari. Tempat yang kami tempati ini adalah Cabin and Caravan Village, letaknya di Opal Street, Emerald. Di tiap kota yang ada di… View Post