Ada tulisan saya di majalah Ummi online beberapa hari yang lalu. Judul yang saya tampilkan di sini adalah judul aslinya sebelum diedit oleh redaksi Ummi online. Banyak orang tua yang mengeluh ketika anak-anak mereka malas mengerjakan PR, mengulang pelajaran atau belajar untuk persiapan ujian. Tidak jarang, keinginan orang tua agar anak rajin belajar di rumah ini berbenturan dengan keinginan anak untuk bermain. Sehingga bukan tidak mungkin orang tua menjadi stress, anak menjadi stress, atau keduanya sama-sama stress. Tidak perlu khawatir, karena dunia anak usia di bawah 12 tahun memang didominasi oleh dunia bermain. Jadi untuk membuat anak senang belajar, orang tua harus masuk ke dunia mereka untuk menciptakan suasana menyenangkan dan anak merasa seperti bermain. Seperti apakah suasana menyenangkan bagi anak? Berikut cara-caranya: Tidak perlu belajar dengan gaya formal, seperti sambil duduk di meja belajar dan dikelilingi buku-buku pelajarannya. Tentu si anak akan cepat jenuh, apalagi mereka sudah seharian berkutat dengan buku-bukunya di sekolah. Belajarlah dengan gaya rileks dan pilih ruangan yang lapang. Belajar dengan cara mendongeng. Untuk pelajaran non-eksakta, orang tua bisa membuat cerita yang menarik agar pelajaran bisa diserap oleh mereka. Misalnya saat belajar mata pelajaran sosial (sejarah atau PKN). Menggunakan alat peraga dari bahan-bahan yang ada di sekitar rumah. Ini bisa digunakan untuk belajar matematika, fisika atau kimia. Kita seperti membuat eksperimen sederhana, agar anak lebih mudah memahami apa yang diajarkan. Manfaatkan ruang kelas paling besar yang kita miliki, yaitu alam. Ajak anak belajar di halaman, taman,… View Post