Berhenti Membakar Duit

Berhenti Membakar Duit

Cigarette Tahu nggak, apa yang paling saya sebelin dari perokok? Yaitu kalo dia merokok seakan-akan dunia milik sendiri. Bukan milik berdua, lho…lagian males banget berbagi dunia sama orang kayak gitu.

Ciri-cirinya, ini orang kalo merokok nggak liat-liat tempat en lingkungan. Nggak nyadar di sekelilingnya ada orang yang bisa nyium tu asep. Kalo asep orang bakar sampah sih  malah mending menurut saya. Ini lho, keluar dari mulutnya. Iiiih, belum lagi kalo dia halitosis, atau banyak calculus di giginya. Baunya kan…beeeuuuuh. Saya kan apal banget sama bau mulut orang kayak gini.

Secara saya sering dapet pasien yang karang giginya segede-gede alaihim, alias kayak tembok cina. Yang ngebersihinnya itu bisa bikin kita keringetan segede biji golf. Biarin deh dibilang lebay. Tapi beneraaaan….udah bau, bikin susah dokter gigi tuh,hehehe. Nasip..nasip.

Back to rokok… so, saya sebel deh kalo lagi di jalan, di mall, apalagi di angkot ketemu orang gak punya perasaan macam gini. Pernah lho, saya berantem sama bapak-bapak, cocoknya sih disebut preman. Abis kalo bapak-bapak pasti punya sifat kebapak-an, ini mah preman abis. Ya gitu, dia seenaknya ngerokok di dalem angkot. Mending kalo duduknya di pinggir, dia bisa buang asap ke luar. Ini mah di tengah. DI TENGAH sodara-sodara. Pas saya tegur dengan sopan, dia malah sengajain tiup asepnya ke tengah-tengah penumpang. Iihhhh….sebeeeel.

Begitu saya pindah ke Aussie, saya amazed banget. Di sini nggak ada orang yang merokok di sembarang tempat. Memang nggak ada tempat khusus sih, mereka biasanya merokok di taman, atau mengasingkan diri dari tempat yang banyak orangnya. Disini, larangan merokok di tempat umum serius banget. Kalo ada yang melanggar, dendanya gede. Daripada bayar denda, kan mendingan ngumpet ya. Nggak susah juga.

Pernah lihat iklan Bentoel, Jarum Super/Coklat, Gudang Garam, dll yang konon biaya produksinya tinggi. Bagaimana kesan  Anda tentang iklan-iklan tersebut? Keren, ya. Karya anak bangsa ini patut diacungi jempol.

Namun, yang membuat saya prihatin, kenapa iklan-iklan bagus ini dibuat untuk mempromosikan rokok. Kenapa nggak untuk mempromosikan ‘cara membuang sampah yang benar’ atau iklan produk makanan sehat, dll? Diujungnya pake embel-embel “Rokok Dapat Menyebabkan Gangguan Kesehatan dan Janin” segala. Apa sih maksudnya?

jalanan kota Brisbane yang bebas iklan rokok

jalanan kota Brisbane yang bebas iklan rokok (foto dokpri)

Selama saya di Aussie, belum pernah sekalipun saya melihat iklan rokok. Alih-alih menonjolkan keindahan alam tapi ujung-ujungnya iklan rokok, di sini iklan serem-serem justru muncul. Ini adalah iklan layanan masyarakat tentang bahaya merokok. Jadi, para perokok sepertinya mendapat ruang yang sangat tidak nyaman di negeri itu.

Itulah sebabnya, jumlah perokok Australia tiap tahunnya menurun.

Bisakah kita menciptakan Indonesia bebas rokok? Kita bisa! Yuk, dimulai dari lingkaran terdekat kita. Jauhkan anak-anak kita dari asap rokok.

Share:

3 Comments

  1. January 14, 2016 / 9:31 am

    alhamdulilah sudah berhenti merokok hampir 2 tahun 🙂

    • Anne Adzkia
      January 14, 2016 / 10:06 am

      Alhamdulillaah

  2. December 7, 2016 / 9:12 pm

    alhamdulillah saya nggak merokok ….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *