“Din, tunggu sebentar…” Panggilan itu menghentikan langkahku. Aku hafal sekali suara itu. Kuputar badan. Ranselku yang besar nyaris mengenai tubuh Yudi yang sudah mendekat. “Kenapa, Yud. Barang-barangku ada yang ketinggalan di kelas, ya?” “Ah, nggak. Kamu kok nuduh gitu sih? Aku kan bukan kurir barang.” “Hehehe, tersinggung niiih?”