Pas sedang ngutak-ngatik blackberry lama yang nggak dipakai lagi karena beberapa alasan (pendahuluan nggak penting banget), saya menemukan banyaaaak banget catatan dan tips-tips menulis yang tersimpan dan lama nggak dibuka. Ternyata tips-tips itu bermanfaat banget buat saya yang lagi belajar menulis novel. Jadi, biar nggak hilang ilmunya (apalagi kalau BBnya keburu mati suri), saya salin aja disini. Sekalian berbagi, barangkali ada yang perlu ilmu yang sama. Ilmu yang satu ini saya dapat dari diskusi bareng mbak Ifa Avianty di kelas menulis (kelasnya maya dan gak resmi banget ;p) bareng anak-anak IWS (Ifa Writing School). Membahas tentang teknik membuat sebuah scene jadi lebih intens, tapi nggak lebay. Lebih filmis dan hidup sehingga pembaca seperti menonton adegan film. Bagaimana caranya? 1. Lukiskan pergerakan dari tokoh, terutama tokoh utama. Misal: Dea merubah posisi duduknya, kini agak menyimpang. Maksudnya tentu saja agar dia bisa terhindar dari tatapan elang laki-laki itu. Namun juga agar dia bisa punya akses untuk mengamati lebih jauh sosok indah itu. Bandingkan dengan: Dea duduk menyamping agar terhindar dari tatapan laki-laki itu. Mana yang lebih intens?