7 Tips Traveling Dengan Bayi ala Duniabiza

7 Tips Traveling Dengan Bayi ala Duniabiza

Kira-kira delapan tahun yang lalu (Wow, udah delapan tahun ternyata. Time does flying) saya dan anak-anak pindah ke Kalimantan Selatan menyusul suami yang bekerja di sana. Saat itu anak-anak saya berumur 4 tahun dan 6 bulan. Dan itu adalah pengalaman pertama traveling bareng bayi dengan pesawat.

Apa tantangannya?

Yang pasti ribet dengan bawaan. Apalagi setelahnya kami harus melalui perjalanan darat selama 5 jam dari Bandara Syamsoedin Noor di Banjarbaru ke Tanjung. Ada rasa khawatir juga, bayi saya akan rewel dan sebagainya.

Saat itu sih, nggak ada persiapan khusus atau tips-tips yang saya siapkan sebelum berangkat. Mikirnya simpel aja, selama anak saya sehat dan mengondisikan agar selalu nyaman, semua akan lancar-lancar aja.

Ternyata, ada tips-tips khusus lho bagaimana mempersiapkan anak sebelum menggunakan pesawat terbang. Dan saya baru mendapatkannya di blognya mbak Ira Guslina yaitu www.duniabiza.com. Postingan tentang A to Z membawa bayi terbang ada di postingan ini: Tips Usia Bayi Nyaman Naik Pesawat.

Ya, menurut mbak Ira yang berpengalaman membawa beberapa anaknya, bahkan yang paling muda dibawa saat usianya 2,5 bulan, ada beberapa tips khusus dalam membawa anak menggunakan pesawat. Mbak Ira merumuskannya menjadi beberapa, poin-poinnya saya ulas kembali di sini ya.

7 Tips Traveling Dengan Bayi Menggunakan Pesawat

 

  1. Persiapkan tiket beberapa hari sebelum keberangkatan

Ya, berdasarkan pengalaman saya juga yang beberapa kali traveling dengan bayi, urusan tiket ini harus sudah jelas di awal. Informasi yang dikirimkan untuk maskapai juga harus lengkap, jangan sampai ada miskomunikasi di saat perjalanan berlangsung.

Oya, mbak Ira punya beberapa alasan kenapa tiket sebaiknya dipesan beberapa hari saja, jangan jauh-jauh hari. Ini berhubungan dengan kondisi bayi yang kadang berubah secara cepat, misalnya kondisi kesehatannya. Jangan sampai ada cancelation menjelang keberangkatan.

Apalagi kalau travelingnya dalam rangka liburan.

Saya pernah punya pengalaman traveling dengan bayi ketika kondisinya kurang fit. Liburan yang sejatinya hanya untuk 3 hari, jadi diisi selama 2 minggu… di rumah sakit! Bayangkan, perlengkapan bayi yang dipersiapkan untuk 3 hari jadi harus sanggup bertahan untuk 2 minggu di kota yang jauh dari rumah tanpa sanak saudara.

 

  1. Pilih penerbangan malam atau jam-jam istirahat anak

Hmmm, betul juga ya. Saya nggak kepikiran lho saat terbang dulu. Tapi memang beberapa kali, dalam penerbangan Jakarta – Sydney atau Jakarta – Brisbane kami melakukannya malam hari. Anak-anak jadi nggak kelelahan karena tidur dalam perjalanan selama 9 jam itu.

Sebenarnya kalau traveling dengan bayi sih, dia bisa tidur kapan aja ya. Tapi kalau malam kayaknya akan tetap lebih baik karena dia gak ada jadwal makan dll. Hanya menyusu saja.

 

  1. Datang lebih awal ke Bandara

Iyes, bener banget. Saya pernah terburu-buru tiba di bandara. Dan you know what, jam check in sudah di detik-detik terakhir. Dan ketika sampai di tempat tujuan, salah satu bagasi saya masuk ke pesawat di jam penerbangan berikutnya.

Seluruh pakaian kami ada di dalam koper itu dan baru sampai di tangan kami 3 hari kemudian, karena ada urusan bla bla bla yang harus diselesaikan dulu. Huaah, pokoknya ribet banget.

traveling

Foto mbak Ira saat traveling bersama keluarga

  1. Jangan bawa banyak barang

What? Really? Saya itu orangnya rempong. Tapi masuk akal banget ya. Kalau kita bawa bayi atau batita dengan tangan penuh barang, pasti merepotkan banget. Jadi saran mbak Ira untuk nggak bawa banyak barang itu tepat banget. Mending siapkan uang berlebih, jadi kalau perlu apa-apa bisa beli di perjalanan.

 

  1. Jangan duduk dekat jendela

Padahal, duduk dekat jendela itu pasti pilihan pertama buat siapapun. Tapi buat emak-emak yang traveling dengan bayi, mendingan duduk di dekat lorong. Karena lebih spacious dan gampang bolak-balik kalau perlu ke toilet. Beneran deh, saran untuk duduk di dekat lorong ini bagus untuk diikuti. Nanti kalau anak-anak sudah bisa duduk sendiri, kita baru deh bisa mulai berebut dengan mereka untuk duduk dekat jendela ;-).

 

  1. Susui bayi di saat-saat terjadi perubahan tekanan udara

Saat ada turbulence, saat take off atau landing merupakan momen kritikal bagi penumpang pesawat. Keluhan yang paling sering saya alami adalah telinga bedengung hingga nyeri telinga. Jangan sampai deh anak-anak kita mengalami ini. Bisa-bisa mereka kapok naik pesawat.

Waktu saya traveling dengan bayi usia 6 bulan, hampir sepanjang perjalanan dia tidur (karena perjalanan saat itu hanya 1 jam). Pada saat landing, saya usahakan memberinya ASI supaya dia nggak rewel. Alhamdulillah semua lancar.

 

  1. Dekap dan selalu berada di samping anak-anak

Ada kalanya bayi kita terbangun di pesawat lho. Dan bisa juga dia kaget dengan suasana yang berbeda dan merasa nggak nyaman. Nggak sedikit juga bayi yang nangis terus karena perubahan suasana ini. Untuk mencegahnya, siapkan mainan yang menenangkan, selalu peluk dan bicara bersama bayi.

Oh ya, untuk maskapai tertentu biasanya disediakan mainan untuk anak-anak kita lho. Ini bagus sekali untuk bikin mereka nyaman. Karena kami sering bolak-balik naik pesawat, anak-anak mengumpulkan banyak mainan dan suvenir dari pesawat lho.

Wah, tips dari mbak Ira tentang bagaimana traveling dengan bayi naik pesawat ini bermanfaat banget ya. Jadi kita nggak perlu khawatir bayi kita rewel atau kerempongan. Untuk lebih lengkapnya sih, baiknya kunjungi langsung blog Mbak Ira. Karena di sana banyak sekali info-info penting yang berhubungan dengan parenting dan fiksi.

Salah satu kategori favorit saya di sana adalah info tentang lomba blog yang lengkap setiap bulannya. Mbak Ira ini updated banget deh untuk urusan lomba blog.

So, enjoy DuniaBiza dan AnneAdzkia terus ya, guys.

traveling dengan bayi

Duniabiza, blog cantik milik mbak Ira

 

 

Share:

5 Comments

  1. April 25, 2016 / 2:55 pm

    Setuju banget kalo duduk di lorong, karna baby akan sering bosan kalo duduk mulu jadi biar dia bisa jalan2 di lorong asal jangan jerit2 dan nggeganggu yg lain hehehe

    • Anne Adzkia
      April 25, 2016 / 3:04 pm

      Emaknya gak gerah juga, hihihi

  2. June 21, 2016 / 11:43 pm

    Mba anne makasih ya ulasannya. Soal perjalanan sama bayi memang gamoang2 susah ya, apalagi kalau bawa dua. Ikut sedih baca cerita mba anne soal perjalanan bonus 2 minggunya..

    Upss kayaknya dulu udah mampir, ternyata komennya ga berhasil muncul ya. Komen lagi boleh ya. Hihi..

  3. August 25, 2016 / 4:35 pm

    wah cucok kak

  4. Brigita
    June 19, 2017 / 11:38 am

    Setuju banget mbak, kalau travelling bareng bayi emang persiapannya kudu extra. Paling enak sih kalau baby tidur nyaman selama penerbangan, jadi emaknya bisa ikutan sante juga 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *