[Advertorial] 7 Tips Manajemen Waktu Ibu Aktif

[Advertorial] 7 Tips Manajemen Waktu Ibu  Aktif

Ibu rumah tangga yang aktif, yaitu para ibu yang punya banyak kesibukan, tentu memerlukan manajemen waktu yang baik. Dimana sekarang, ibu rumah tangga sudah merupakan profesi yang dihargai dan sejajar dengan profesi lain.

Kenapa perlu manajemen waktu?

Coba bayangkan kalau seorang ibu rumah tangga nggak bisa memenej waktu, pasti banyak urusan yang terbengkalai. Secara, urusan dalam rumah itu nggaaak ada habisnya dan selalu berputar. Bahkan ibu yang bekerja di rumah nggak mengenal jam pulang, seperti layaknya ibu yang bekerja di luar.

Ya, iya lah. Mau pulang ke mana? 😀

Ibu yang tidak mampu membuat manajemen waktu yang baik, selain pekerjaannya terbengkalai, juga bisa membuat dirinya kehabisan waktu untuk dirinya sendiri. Kelelahan lahir dan batin, fisik dan mental, jasmani dan ruhani.

Apa akibatnya?

Para ibu akhirnya mudah mengeluh, rentan terkena stress dan depresi. Hingga berdampak bukan hanya pada dirinya sendiri, melainkan bisa membuat urusan seluruh keluarga kacau.

Sekarang ini, makin banyak loh ibu-ibu yang stress. Apalagi kemudian himpitan ekonomi karena kebutuhan hidup yang semakin meningkat. Suami juga sibuk mencari nafkah hingga ketika sampai di rumah, sama-sama membutuhkan perhatian istrinya.

Anak-anak pulang sekolah kelelahan dan membutuhkan perhatian yang lebih banyak lagi. Belum lagi kalau punya bayi. Hadeuuuuh, kebayang ya. Banyak ibu-ibu yang ngomeeel melulu sepanjang hari karena kebutuhan pribadinya nggak terpenuhi. Energinya banyak dicurahkan untuk kebutuhan anak-anak, suami dan rumah tangga.

Jangan deh, kita termasuk ke dalam ibu-ibu “kurang piknik” seperti ini.

ibu rumah tangga

foto milik friedkristy[dot]com

Secara pribadi, saya meyakinkan diri sendiri bahwa meskipun saya adalah full time mom, yang menghabiskan seluruh waktu bersama anak-anak (apalagi saya homeschooling mom), saya harus bisa membahagiakan diri sendiri dan orang lain. Berkarya walaupun sedikit.

Dalam manajemen waktu ini, ada beberapa hal yang harus kita perhatikan

 

  1. Merancang misi dan visi pribadi

Wuiiih, kesannya berat ya. Nggak kok. Visi misi berhubungan dengan bagaimana kita melihat diri kita sehari-hari dan dalam beberapa tahun ke depan. Impian terbesar kita apa dan usaha apa yang akan kita lakukan untuk mencapainya. Dan kita juga akan membuat impian yang lebih terukur, nggak impian semu atau bagai pungguk merindukan bulan.

Bandingkan antara dua hal di bawah ini:

  1. Saya ingin mempunyai bisnis online yang jangkauannya nasional.
  2. Saya ingin menjadi pebisnis yang menguasai perekonomian nasional.

Keduanya tampak biasa aja. Tapi kalau kita jabarkan langkah-langkahnya, sepertinya yang lebih terukur adalah yang pertama. Kita bisa menjalankannya dalam periode waktu tertentu. Kita bisa membuat analisa SWOT (Strenght, Weakness, Opportunity dan Threat)-nya.

Dari impian atau visi yang kita buat (seperti contoh A), lanjutkan dengan membuat langkah-langkah strategis dan praktis untuk mencapainya. Inilah yang disebut misi.

  1. Menentukan skala prioritas

Saya masih ingat banget, perkataan Masrukul Amri di Radio Oz Bandung saat saya masih kuliah dalam programnya “Bikin Hidup Lebih Hidup”, kalau kita berhadapan dengan pekerjaan yang besar dan banyak, buatlah pekerjaan tersebut dalam kelompok kecil-kecil, agar tidak kelihatan besar dan berat.

Dari yang pernah saya baca, ada 4 kelompok (kuadran) kecil yang bisa kita buat sesuai skala prioritas:

  1. Penting dan mendesak
  2. Penting, tapi tidak mendesak
  3. Tidak penting, tapi mendesak
  4. Tidak penting da tidak mendesak

Dalam manajemen waktu, prioritas harus kita utamakan pada hal-hal penting dahulu, baru ke kebutuhan mendesak. Kalau kita sibuk mengerjakan hal yang mendesak dahulu, tapi tidak penting pada akhirnya waktu kita akan habis mengerjakan hal-hal yang tidak penting.

Akhirnya semua hal yang penting terabaikan, dan semua akan jadi mendesak. Dan kita akan kerepotan kalau semua pekerjaan menjadi penting dan mendesak.

  1. Selesaikan satu persatu sampai selesai

Saya termasuk orang yang sering melakukan beberapa pekerjaan dalam satu waktu. Akibatnya, nggak ada satupun yang selesai, atau selesainya luamaaa banget.

Suami sering ngingetin untuk kerjakan satu kerjaan dalam satu waktu sampai selesai. Dan lakukan berdasarkan skala prioritas di atas.

Ya memang, pasti satu persatu selesai dan kita bisa mengerjakan yang lain dengan fokus dan hasilnya lebih maksimal daripada sambil nyambi-nyambi.

  1. Tentukan timeline pekerjaan

Setelah punya prioritas, tentukan mana yang akan dikerjakan lebih dulu disesuaikan dengan tanggung jawab yang lain.

Misal, pagi hari sambil menyiapkan kebutuhan anak dan suami, kita bisa sambil mencuci dan menjemur pakaian (catatan, mencuci pakai mesin cuci, jadi bisa ditinggal). Siang harinya ketika anggota keluarga yang lain punya aktifitas mereka masng-masing, kita bisa menyetrika dan membaca buku. Lanjut istirahat.

Oya, penting untuk memasukkan istirahat dalam agenda dan stick to it. Pada saatnya istirahat, harus istirahat. Jangan terlalu ngoyo dan mengabaikan hak tubuh. Tapi jangan keterusan juga istirahatnya jadi banyak kerjaan tertunda. Hihih, saya masih kayak gini, nih.

Saya ini agak pelupa dan konvensional. Untuk pengingat, saya lebih suka menggunakan buku agenda dibanding pengingat di ponsel. Sekarang saya punya AGENDA MUSLIMAH yang cantik banget. Halamannya bagus, dari kertas tebal dan eksklusif. Halaman-halaman agenda tersebut tidak hanya berisi agenda harian dan pekanan, tapi juga lembaran evaluasi ibadah dan catatan keuangan. Makanya sangat cocok untuk ibu-ibu aktif.

agenda muslimah

foto milik Rahels-Shop

  1. Stay positive

Berpikir positif akan membuat langkah kita lebih ringan dan selalu semangat. Kalau hilang mood sesekali sih wajar ya. Tapi kan harus kita pulihkan ya. Banyak-banyak berdzikir atau tilawah bisa membuat ruhani kita lebih tahan banting lho.

Oya, saya baru saja dikenalkan dengan sebuah Surah Pocket Al Qur’an yang praktis buat dibawa-bawa sambil beraktifitas dan cantik banget.

Surah Pocket Al Qur’an ini berisi masing-masing satu surat terpisah yang dilengkapi terjemahan dan tulisan latin. Enak kalau ingin sambil menghafal juga. Nggak perlu bawa mushaf besar. Bentuknya kecil seperti buku saku, jadi bisa masuk dompet juga.

Tersedia beberapa edisi:

  • Surat Yaasin
  • Surat Ar Rahman
  • Surat Waqii’ah
  • Surah Al Mulk
  • Surah Al Kahfi
  • Dzikir Al Matsurat
  • Doa Harian
surah pocket

foto milik Rahels-shop

  1. Mengukur kemampuan diri

Jangan membebankan diri sendiri dengan pekerjaan yang terlalu besar. Kita, meskipun sering merasa seperti wonderwo…eh, supermom, tetap punya limitation. Bisa kelelahan, bisa sakit dan bisa futur (kehilangan semangat). Kalau pekerjaan kita overloaded, kita akan mudah jenuh dan futur. Akibatnya malah banyak pekerjaan yang tidak dikerjakan optimal. Sayang, kan.

  1. Minta dukungan dan doa dari anggota keluarga

Peran suami dan anak-anak untuk mendukung kita sangat penting. Jadi ajak mereka mengobrol ketika sudah kumpul. Buat waktu khusus keluarga tanpa ada gadget, supaya bisa saling komunikasi dan mengisi waktu bersama.

Di rumah, saya dan keluarga menerapkan satu hari saat weekend untuk one day without gadget dan free gadget pada jam 18.00 – 21.00 setiap harinya.

Ini efektif untuk melatih anak-anak bebas mati gaya di saat-saat kritis, misalnya tidak ada listrik atau wifi.

Oya, AGENDA MUSLIMAH dan SURAH POCKET yang saya jelaskan di atas itu bisa didapatkan di sini:

Nomor Whatsapp: 08891450385

Instagram: Ummu_RaHel

Facebook Page: RaHels Shop

Selain agenda dan surah pocket, RaHel shop juga menyediakan produk lain yang lucu-lucu seperti bros, jepit dan hiasan jilbab.

Selamat mencoba berlatih manajemen waktu ya, Mommies. Saya juga masih jungkir balik untuk bisa konsisten. Semoga kita bisa menjadi Ibu Aktif dan Keren yang produktif dan bermanfaat bagi sekitar. Aamiin.

 

Share:

12 Comments

  1. March 31, 2016 / 3:10 am

    Amiiiiin. Bermanfaat banget Mbak dan ngerasa diingetin juga. Maturnuwun ya Mbak Anne 🙂

    • Anne Adzkia
      March 31, 2016 / 8:23 am

      Aiih udah mampir aja 🙂 makasih Dan

  2. March 31, 2016 / 11:43 am

    Benar2 luar biasa bu Anne, manajemen waktunya luar biasa, terbukti pagi ini sdh posting.
    Kira2 klo yang bekerja gmana ya bu, jadi kurang banyak interaksi sama anak

    • Anne Adzkia
      March 31, 2016 / 12:06 pm

      Semoga nanti saya bisa menulis ttg manajemen waktu ibu bekerja ya Pak

  3. March 31, 2016 / 6:38 pm

    Saya ini temasuk ibu rumah tangga yang seriiing bangeet keteteran. Saya bookmark ya, Mbak, tulisannya. Semoga bisa saya praktikkan ^_^

    • Anne Adzkia
      March 31, 2016 / 7:02 pm

      Silakan mbak. Eh saya juga masih jatuh bangun kok. Apalagi kalo pagi2, malesnya sering kumat

  4. March 31, 2016 / 10:03 pm

    Cita-citaku jadi ibu bekerja di rumah yang aktif dan pintar manajemen waktu. Ihiiiy!
    Terima kasih Mbak Anne tipsnya 🙂

    • Anne Adzkia
      March 31, 2016 / 10:19 pm

      Aamiin aamiin

  5. April 2, 2016 / 11:58 am

    Saya setuju mbak untuk free gadget jam 6 sampe 9 malem. Saya masih susah lepas nih. Kasian si alfi jadinya kalo mamanya masih gadgetan

    • Anne Adzkia
      April 2, 2016 / 12:30 pm

      Sama euy, masih suka curi2. Ini aja free gadget day. Aku masih bales2 komen

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *