6 Penyakit Anak yang Sering Terjadi Di Musim Hujan

6 Penyakit Anak yang Sering Terjadi Di Musim Hujan

Setelah kemarau yang cukup panjang, akhirnya kita bisa merasakan kembali guyuran hujan. Sungguh, musim kemarau kali ini cukup meresahkan kami. Karena debit air di rumah menurun. Beberapa kali kami kekurangan air. Kalau sudah urusan air terganggu, rasa hidup menjadi tidak nyaman.

Datangnya musim hujan, meski merupakan kegembiraan, namun juga perlu dicermati. Terutama dalam urusan kesehatan. Apalagi di awal-awal turun hujan, debu yang menempel di dedaunan, pohon-pohon, batu dan jalan, tersiram dan terangkat ke udara.

Makanya, di masa perubahan musim yang sering kita sebut dengan pancaroba, dikenal juga dengan musim penyakit.

Kalau nenek saya dulu, sering melarang saya main hujan di awal-awal musim karena katanya hujannya bikin sakit. Mitos itu masih berkembang hingga sekarang. Setelah diamati, mungkin perubahan suhu yang ekstrim antara cuaca yang sangat panas, lalu menjadi dingin membuat badan kita harus beradaptasi dan menjadi lebih rentan.

Daya tahan tubuh menurun ini lebih sering terjadi pada anak-anak, karena imunitas mereka memang lebih kecil daripada dewasa. Sehingga di saat perubahan menuju musim hujan, kita perlu ekstra perhatian menjaga kesehatan mereka.

Apa saja penyakit yang umum terjadi pada anak-anak di musim hujan:

  1. Pilek (influenza)

Pilek merupakan penyakit yang paling sering terjadi pada anak-anak. Penyebab pilek adalah virus influenza yang biasanya ditularkan oleh orang dewasa atau anak lain yang lebih dahulu sakit di sekitar anak-anak.

Saat pilek mulai menyerang, kadang didahului demam. Kita tidak perlu terlalu khawatir terhadap demam yang kalau anak-anak kita masih bisa makan dan minum seperti biasa, atau jika demamnya turun begitu kita beri obat penurun panas.

Namun jika demam berkepanjangan, dan suhu badan anak sangat tinggi sehingga kondisi anak lemah dan muncul tanda-tanda dehidrasi, orangtua perlu waspada.

Demam yang mendahului pilek, biasanya sih tidak lama. Paling lama tiga hari, demam itu akan turun dengan sendirinya. Saya di rumah tidak biasa memberikan banyak obat kepada anak. Biasanya jika anak kita lemah, tidak mau makan dan minum, baru pertolongan obat akan turun.

Cara menyembuhkan pilek juga di keluarga saya tidak ad acara spesifik. Selama demamnya sudah mulai turun, paling saya support daya tahan tubuh anak dengan menggunakan madu atau propolis. Yang paling penting adalah hidrasi yang cukup.

 

  1. Diare

Penyebab utama diare yang biasa terjadi pada anak adalah infeksi parasite (bakteri atau protozoa) atau adanya ketidakseimbangan kondisi saluran pencernaan. Pada kondisi ringan, diare tidak perlu diobati. Cukup memberi hidrasi sebagai pengganti cairan yang hilang.

Kalau diare cukup berat, baiknya membawa anak ke dokter untuk mengetahui adakah penyebab spesifiknya.

Di musim hujan, diare sangat mungkin terjadi karena kontaminasi makanan sangat mudah terjadi. Tangan kita cepat kotor dan lingkungan juga lebih lembab yang membuat inkubasi parasit meningkat.

 

  1. Demam berdarah

Ketika hujan, akan banyak genangan air di selokan, jalanan, pot atau dimana saja di sekitar rumah kita. Genangan air ini merupakan tempat yang mengasyikan bagi nyamuk untuk berkembang biak. Nyamuk yang cukup berbahaya dan umum menjadi sumber penyakit di daerah tropis seperti Indonesia adalah Aedes aegypti, yang menjadi penyebab demam berdarah.

Demam pilek yang berkepanjangan adakalanya menjadi tanda awal penyakit ini. Apalagi jika anak kita demam sangat tinggi dan tidak kunjung turun sampai 3×24 jam. Jangan tunda untuk memeriksakan ke dokter.

Untuk mencegah penyebaran demam berdarah, kita harus mencegah tempat-tempat yang bisa menjadi media perkembangbiakan nyamuk. Menjaga kebersihan lingkungan sangat penting.

 

  1. Cikungunya

Penyebaran penyakit cikungunya juga melalui vector nyamuk. Virus yang ditularkan lewat nyamuk bisa menyerang anak-anak dan dewasa. Gejala cikungunya biasanya didahului juga dengan demam dan nyeri persendian di beberapa bagian anggota tubuh. Tanda lain yang membedakannya dengan penyakit demam berdarah adalah munculnya ruam pada kulit, yang berbeda dengan bintik (petechiae) pada demam berdarah.

 

  1. Infeksi Saluran Nafas Atas (ISPA)

ISPA gejala awalnya mirip pilek biasa. Namun lebih berat dan disertai batuk dan sesak napas. Kalau anak-anak sudah terdiagnosis ISPA biasanya sudah perlu mendapatkan pengobatan antibiotic.

 

  1. Penyakit Kulit

Kalau kita tidak menjaga kebersihan badan dan lingkungan, kuman-kuman yang sedang berkembang di lingkungan lembab bisa menyerang kulit kita. Sehingga muncul masalah-masalah. Gejala awalnya gatal-gatal yang bisa berlanjut menjadi eczema (eksim) atau dermatitis (radang kulit). Menjaga kelembaban dan kebersihan kulit harus menjadi perhatian kita.

Dari beberapa masalah yang muncul di musim hujan, sebagian besarnya mudah menular. Penularan sangat mudah terjadi pada anak-anak di lingkungan sekolah, tempat bermain, kendaraan umum atau ruang public lainnya. Kita sebagai orangtua harus aware akan hal ini dan meningkatkan daya tahan tubuh mereka.

 

 

Beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk meningkatkan daya tahan tubuh anak:

  1. Mengonsumsi makanan bergizi seimbang
  2. Banyak minum air putih
  3. Istirahat yang cukup
  4. Rutin membersihkan rumah dan lingkungan sekitar
  5. Selalu mencuci tangan sebelum makandan setiap habis berkegiatan di luar
  6. Tidak jajan sembarangan
  7. Selalu membersihkan makanan sebelum dimasak dengan cermat
  8. Mengonsumsi suplemen tertentu, seperti madu, habattussauda, propolis atau multivitamin
  9. Tetap berolahraga dengan cukup
  10. Menghindari stress (terutama bagi orang dewasa)

Kesehatan itu penting, agar kita bisa selalu produktif. Langkah awal di atas harus selalu kita perhatikan agar kita bisa mencegah penularan penyakit, terutama saat memasuki musim hujan seperti saat ini.

Salam sehat!

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published.