Tips Memulai MPASI dengan Nestle Cerelac

Tips Memulai MPASI dengan Nestle Cerelac

Percaya nggak, kalau tahap-tahap awal kita memulai MPASI itu berpengaruh pada pola makan si anak sepanjang masa kanak-kanaknya? Saya nggak paham teorinya. Tapi, berdasarkan pengalaman saya melakukannya kepada dua anak dengan cara yang berbeda, bikin saya berani menyimpulkan bahwa: Memulai MPASI Harus dengan Cara yang Tepat.

Bagaimana cara yang tepat itu? Yaitu dengan memahami kondisi anak.

Jadi kalau pada anak pertama, saya terpaku pada teori. Iya lah ya, namanya juga anak pertama, kita belum punya pengalaman. Satu-satunya cara untuk tahu bagaimana melakukan MPASI adalah lewat buku dan tabloid parenting (saat itu belum ada website dan blog seperti sekarang).

Selain buku, tentu saja teknik-teknik warisan orangtua saya coba. Sebagai cucu pertama, orangtua saya tentu ikutan heboh ingin ikut serta dalam pengasuhan, meski ini memang bikin ribet ya. Hihihi. Maaf Mah.

Sedangkan pada anak kedua, saya melakukannya lebih santai dan costumize banget. Nggak ada tuh pakai teori-teori apalah. Saya juga sudah cukup pengalaman dengan anak pertama, jadi dalam memilih makanan nggak banyak khawatir atau bingung.

Kalau pada anak pertama, saya terpaku pada jadwal memberi makan. Sedang pada anak kedua, saya berusaha melihat kebutuhan si anak. Saya tunggu kapan dia tampak lapar dan makanan apa yang benar-benar dia suka. Tanpa ada paksaan dan standar jumlah makanan yang harus dihabiskan.

Pada kakaknya, saya berusaha menyuapi dia sejumlah makanan seperti yang dikatakan oleh buku. Misal, di usia 8 bulan dia harus makan satu mangkok penuh, maka sejumlah itulah yang saya berikan. Saya khawatir banget kalau asupannya nggak cukup.

Tapi pada anak kedua, saya bisa hanya memberikannya satu dua sendok makan saja. Kalau ternyata dia nggak antusias makan. Tapi saya memberikan lagi setengah atau satu jam kemudian kalau dia menunjukkan tanda-tanda lapar. Dan dia bisa sangat lahap makannya.

Begitulah, saya belajar dari pengalaman ini ternyata semua sangat berpengaruh pada pola makan si anak kemudian hari. Anak pertama saya cenderung susah makan mulai usia 1 tahun, dimana dia sudah perlu belajar makan sendiri, makan makanan yang padat dan lebih banyak. Dia seperti tidak menyukai suasana makan dan menjadi picky eater.

Tapi berbeda dengan anak kedua saya yang suka makan, suka beragam jenis makanan dan nggak ada pengalaman menolak makanan. Dan buat emak-emak, punya anak yang makannya gampang itu sangat membahagiakan. Bebas stress. Iya kan? 😀

 

Tips Memulai MPASI

Banyak sekali teori tentang bagaimana memulai MPASI yang tepat. Silakan aja browsing, pasti akan muncul banyak sekali teori yang kurang lebih sama. Namun disini, saya ingin berbagi sedikit saja tips ala saya yang mudah-mudahan bisa teman-teman coba.

Oya, untuk catatan, anak saya sekarang sudah remaja. Tapi beberapa bulan yang lalu, saya ketitipan seorang keponakan yang masih bayi selama beberapa bulan. Tanpa sadar, kenangan-kenangan ketika anak saya kecil muncul kembali.

Berikut beberapa tips memulai MPASI tersebut:

  1. Jangan kurangi jatah ASI anak. Iyes, buat saya ASI adalah hak anak. Dia boleh meminta kapan saja saat dia mau. Saya sih nggak pernah berusaha menggantikan hak ASI ini dengan makanan. Karena pada saatnya nanti, dia akan mengurangi minum ASInya dengan sendirinya.
  2. Mulai MPASI setelah 6 bulan. Prinsip saya “better late than early”. Ini seperti prinsipnya John Holt tentang memberikan pendidikan akademis bagi anak, hehehe. Rasanya berlaku juga untuk MPASI.
  3. Pemberian pertama cukup 1 sendok saja. Ini hanya untuk coba-coba dan memperkenalkan lidah si anak akan rasa baru. Jangan lah langsung dikasih semangkok penuh.
  4. Selalu memberikan makanan yang fresh. Sisa makanan jangan disimpan, dibuang atau dihabiskan emaknya aja (nah, inilah kenapa emak-emak susah kurus).
  5. Porsi makan si anak ditambah sedikit demi sedikit.
  6. Memperhatikan mood dan minat si anak. Adakalanya anak malas makan, saya sih skip aja kalau dia sedang malas makan. Tunggu lagi waktu yang tepat.
  7. Di awal, saya mencoba memberi jus buah manis. Seperti pepaya atau jeruk.
  8. Kalau MPASI cair ini sudah bisa, baru dicoba bubur bayi. Bubur bayi seperti Nestle Cerelac saya jadikan selingan atau andalan kalau bepergian.
  9. Coba rasa-rasa yang berbeda setiap 2-3 hari supaya anak nggak bosan dan latihan stimulasi taste-bud. Saat mencoba rasa baru, biarkan si anak mencicip dulu.

Kenapa Nestle Cerelac

Saya terbiasa membuat makanan anak-anak sendiri dengan bahan yang segar. Tapi saya juga nggak anti makanan instant. Adakalanya ide emak ini juga mentok, kecapekan atau nggak sempat. Maka bubur instant nestle cerelac yang jadi andalan.

Saya ingat banget, ponakan saya, Aisha sangat suka nestle cerelac dan nggak terlalu doyan yang lain. Mungkin karena varian rasanya banyak dan unik. Anak-anak saya yang gede juga doyan sih, hihihi, mereka sering ikut-ikutan beli yang rasa kacang hijau dan beras merah.

Ada beberapa varian rasa bubur bayi nestle cerelac, diantaranya:

  • Cerelac bubur wortel ayam
  • Cerelac apple crumble
  • Cerelac apel, jeruk, pisang
  • Cerelac kurma madu
  • Cerelac wortel, bayam, labu
  • Dan masih sangat banyak yang lain

Varian rasanya banyak banget, jadi bisa dicoba deh satu-satu  yaa. Tersedia untuk bayi 6 bulan, bayi 8 bulan, dan seterusnya.

nestle cerelac

Momen MPASI ini menyenangkan. Saya suka banget mengolah bahan-bahan makanan yang baru, misalnya sayuran (wortel, bayam, tomat), buah-buahan (jeruk, pepaya, melon, alpukat, pisang), daging (ayam dan sapi) dan telur. Saya masih menghindari memberikan telur sampai usia 9 bulan, dan sebelumnya diujicobakan dahulu untuk mengetahui apakah ada reaksi alergi.

Yaa, selamat menikmati masa-masa memberikan MPASI moms. Seru kaaan…

Share:

1 Comment

  1. November 9, 2017 / 12:41 pm

    Kemarin 3 minggu mudik ikut merasakan serunya MPASI buat ponakan, Teh. Ikut heboh sama mamanya ponakan cari-cari menu MPASI. Awalnya saya sempat khawatir karena ponakan juga dikasih bubur instant. Trus ikutan ke dokter anak dan tanya-tanya. Kata dokternya gapapa 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *