Nutrisi yang Baik pada Bubur Bayi 6 Bulan

Nutrisi yang Baik pada Bubur Bayi 6 Bulan

Memulai masa-masa MPAsi pada anak merupakan momen yang membahagiakan sekaligus mendebarkan. Karena di saat kita memulai memberi anak kita makanan, misalnya dengan bubur bayi 6 bulan setelah masa ASI ekslusifnya selesai, kita sedang memberikan sebuah stimulasi dan mengajak anak memasuki sebuah fase penting kehidupannya.

Saya punya cerita tentang  dua anak dengan kebiasaan makan yang berbeda, yang menurut saya sangat “sesuatu” sekali. Iya, beneran. Karena dari sini saya bisa mendapat pengalaman besar tentang mengatur pola makan dan nutrisi buat anak. Jadi kalau kelak Allah mempercayakan saya untuk mempunyai anak ketiga, saya sudah lebih banyak pengalaman.

Dua tipe anak yang dimaksud adalah anak doyan makan vs anak susah makan. Pengalaman inilah yang akan saya bagi dalam perjalanan mengasuh dua anak saya yang salah satunya kini beranjak remaja.

Mengasuh Anak yang Susah Makan vs Doyan Makan

Anak pertama saya tergolong susah makan. Masalahnya cukup banyak, diantaranya:

  • Picky eater. Dia hanya mau makan makanan tertentu saja.
  • Mengulum makanan. Makanan yang disuapnya bisa bertahan 10 hingga 15 menit sehingga satu piring bisa habis dalam waktu 2 jam.
  • Hanya mau makan sambil bermain. Tidak biasa duduk di meja makan.

Tiga hal ini cukup membuat saya stress berat. Karena sebagai orangtua baru, siapa sih yang nggak khawatir dengan pola makan anaknya yang begini. Apalagi dia tinggal di rumah bersama pengasuh yang bisa jadi kurang sabar. Iya, saat itu saya masih bekerja.

Akibat pola makan yang buruk ini, membawa anak saya pada masalah-masalah berikutnya, seperti kerusakan gigi. Akibat kebiasaan makan dikulum, tentunya kondisi rongga mulut anak saya sering dalam kondisi asam. Kondisi ini akan menyebabkan proses dekalsifikasi mineral pada gigi-giginya.

Gigi-gigi anak saya jadinya banyak yang rusak ditambah dengan konsumsi susu dari dalam botol menjelang tidur.

Huaaa membayangkannya kayaknya wajar ya kalau ada emak-emak nyinyir yang ngomong ke saya “Ibu macam apa kamu?”. Alhamdulillahnya dulu belum ada medsos, jadi saya tidak kena bullying.

Masalah berikutnya yang muncul adalah asupan nutrisi anak saya menjadi kurang maksimal. Karena durasi makan yang lama, dalam sehari dia hanya sempat makan sebanyak 2 kali. Bukan 3 kali seperti pola makan normal.

Adiknya yang lahir 4 tahun kemudian termasuk anak yang suka makan. Semua makanan akan dilahapnya dengan gembira. Saya pun merawatnya tanpa tekanan sama sekali. Entah apa yang membuat kedua anak saya ini berbeda, padahal saya merasa perlakuan yang saya berikan sama.

Kondisi seperti ini bisa terjadi pada siapa saja, punya bayi yang susah makan atau suka makan. Tentu ada tantangan yang berbeda dalam memberi makannya. Sebagai orang tua, kita harus mencari banyak ide supaya asupan nutrisi kepada anak kita tetap tercukupi.

anak susah makan

Masa-masa Awal Makan dengan Bubur Bayi 6 Bulan

Pengalaman pertama anak-anak memulai makan, merupakan fase penting dalam kehidupan anak. Di sini, kejadian saat anak menyuapkan makanan pertamanya akan terekam dan menentukan fase-fase selanjutnya.

Pada umumnya, bayi akan memulai makan MPAsinya ketika berusia 6 bulan, setelah masa ASI eksklusifnya selesai. Banyak pilihan makanan yang bisa diberikan, misalnya sari buah dan bubur bayi 6 bulan dengan beragam cita rasa.

Kenapa saya katakan fase penting, karena ternyata di bulan-bulan pertama makan, si anak akan membentuk kebiasaan makan yang akan dia gunakan di sepanjang hidupnya.

Ketika anak-anak sudah besar, saya baru mencoba menganalisa dan mengevaluasi kenapa salah satu anak saya ada yang susah makan, dan yang satunya doyan makan. Ada satu missing link yang tidak bisa saya telusuri, namun saya ingat persis bahwa ketika anak saya di usia menjelang setahun, dia pernah mengalami satu kejadian yang membuatnya trauma makan.

Nah lho. Apa tuh?

Jadi, saat itu anak saya sedang tidak mau makan. Sebetulnya wajar ya, sesekali anak-anak menolak makan. Asal tidak keterusan. Namun, sebagai orangtua baru saya memercayakan semua pola asuh kepada anak, termasuk memberi makan, berdasarkan pengalaman orangtua sebelumnya. Disinilah kejadian itu bermula.

Orangtua saya bilang, kalau anak susah makan harus dicekoki. Yang artinya, tetap dipaksa makan atau kalau masih susah, coba diberi jamu pahit untuk penambah nafsu makan. Yah saya nurut lah. Dan tanpa perlu dijelaskan rinci, teman-teman pasti bisa menebak bagaimana kelanjutan ceritanya.

Anak saya sempat trauma makan. Dia dia jadi mudah sakit. Ini kemudian menjadi pelajaran kepada anak kedua, saya jadi lebih santai memberi makan. Semaunya dia aja, tanpa perlu jadwal khusus dan menu khusus.

Yang penting baik untuk pencernaan bayi dan anak-anak, serta disukai. Saat malas makan, saya berusaha mencari gantinya dengan yang lebih menyenangkan seperti buah-buahan manis atau roti. Semuanya dibuat enjoy. Makanya, anak kedua saya tidak pernah mengalami fase susah makan.

Nutrisi Bubur Bayi 6 Bulan yang Penting

Bicara tentang nutrisi, kita memang harus memperhatikan kadar nutrisi yang diberikan pada anak-anak kita. Sebisa mungkin, berikan makanan yang tidak mengandung pengawet, pewarna dan perisa tajam. Bayi dan anak-anak tentu membutuhkan nutrisi penting untuk pertumbuhannya, seperti karbohidrat, protein, vitamin dan mineral, DHA, probiotik dan prebiotik.

Kandungan nutrisi ini bisa kita dapatkan dari makanan yang kita olah sendiri maupun  dari makanan instant khusus bayi.

Dulu, saya mengombinasikan keduanya. Dalam sehari, saya biasa membuat makanan MPAsi dari bahan-bahan alami seperti telur, kentang, ayam, ikan dan sayuran yang diolah menjadi bubur bayi 6 bulan. Di sela-selanya, saya juga memberinya bubur bayi instan untuk memperkenalkannya dengan rasa dan tekstur berbeda.

nutrisi

Solusi Kepada si Anak Susah Makan

Kepada anak sulung saya yang tidak doyan makan, tentunya nutrisi ini menjadi kekhawatiran sendiri. Dengan pola makannya yang tidak teratur, saya berusaha mencari jalan untuk mengembalikan pola makannya agar baik dan memberikan nutrisi yang seimbang.

Ada beberapa cara yang pernah saya coba agar anak saya bisa mendapatkan nutrisi cukup sambil pelan-pelang mengembalikan pola makannya agar kembali normal, diantaranya:

  1. Memberi makan porsi kecil namun sering.
  2. Membiarkannya makan makanannya sendiri, ini terbukti si anak jadi lebih enjoy meski porsi makan tidak banyak.
  3. Lebih sering memberi menu dengan rasa yang disukai, dengan mengombinasikan dengan rasa-rasa baru.
  4. Menciptakan suasana makan yang ceria, tanpa paksaan dan bersama keluarga.
  5. Mengurangi makanan manis agar tidak menganggu nafsu makan.

Bagi teman-teman yang pernah atau sedang mengalami masalah serupa, tips super singkat ini bisa dicoba. Satu hal yang saya pegang adalah, yang penting dalam urusan konsumsi makanan bagi anak adalah kandungan nutrisinya, bukan jumlah atau besarnya makanan yang dimakan.

Apakah teman-teman pernah punya pengalaman serupa? Coba dishare dong :-).

 

 

 

Share:

2 Comments

  1. February 5, 2017 / 1:26 pm

    Jadi ingat sama emak. Kebayang deh repotnya ngurus makan kami yang masih bayi. Eh kebetulan juga Ibu dokter gigi. Gak tahu deh waktu nguru kami kecil emak harus masuk kerja juga atau enggak.

  2. February 7, 2017 / 3:34 pm

    Tfs ya Mak, saya lagi hamil jadi seneng baca tips kayak gini, suka sedih kalo liat ponakan gtm.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *