Meretas Masa Depan Anak bersama BNI Life

Meretas Masa Depan Anak bersama BNI Life

“Biaya pendidikan anak masa depan tidak terduga, lho.” Suami mengajak saya berbincang suatu sore. Saat itu anak kami belum lagi lahir. Masih di trimester akhir kehamilan saya.

“Apa yang harus kita lakukan untuk mempersiapkannya?” tanya saya.

“Menabung lah, apa lagi?” jawab suami mantap.

“Tapi, penghasilan kita masih pas-pasan.”

“Insya Allah bisa.”

Kalau sudah bicara begitu, saya jadi terbawa yakin. Suatu saat rezeki kami akan bertambah dan bisa mulai menabung untuk persiapan pendidikan anak pertama.

Waktu berlalu, kami sempat lupa urusan tabungan pendidikan dan fokus ke tabungan untuk melahirkan. Setelah anak pertama lahir, Naufal, barulah teringat lagi tentang persiapan masa depan ini. Alhamdulillah dengan izin Allah, penghasilan mulai bertambah. Kami rasa bisa mulai menabung walaupun tidak banyak.

Maka pada suatu hari berangkatlah kami ke sebuah bank. Bank yang dipilih adalah BNI 46. Kenapa? Karena di BNI lah saya dan suami masing-masing mempunyai rekening tabungan sejak kami kuliah. Tahun 1996 saya membuka rekening tabungan plus di kampus tercinta, Universitas Padjadjaran. Ini merupakan salah satu fasilitas yang diperoleh para mahasiswa baru, sekaligus bisa difungsikan sebagai ATM (meski baru berlaku satu tahun berikutnya). Rekening BNI ini sampai sekarang masih aktif dan saya gunakan.

bni taplus

 

Tepatnya di bulan Desember 2004, empat bulan setelah Naufal lahir, kami mendatangi costumer service Bank BNI Cabang Unpad Bandung. Cabang yang sama dengan lokasi saya membuka rekening dulu. Disana disambut oleh Teh Rini (saya lupa nama panjangnya) yang membantu kami dengan menjelaskan segala hal tentang persiapan masa depan anak. Beliau memperkenalkan dengan BNI Life Education.

BNI Life Education, Solusi Biaya Pendidikan Anak

Buat kami yang baru bisa bernafas pendek-pendek dalam urusan finansial keluarga, bertemu dengan BNI Life saat itu bagaikan “pucuk dicinta ulam tiba” (berasa baca kisah Samsul Bahri gak sih, hehe). Sedikit-sedikit mulai terjawab kegelisahan tentang bayangan pendidikan anak yang akan besar di masa depan.

Saat itu saja, uang masuk kuliah negeri sudah 10 kali lipat besarnya dibandingkan saat saya masuk dulu. Saya membayangkan akan berapa kali lipatnya biaya kuliah anak saya belasan tahun sejak saat itu. Kalau kami tidak punya program apa-apa, bakal sulit untuk konsisten menabung setiap bulan. Lagipula dengan menabung saja, bisakah mengejar laju inflasi yang meroket tiap tahunnya? Sulit deh membayangkannya.

Teh Rini, pelan-pelan membantu kami yang saat itu masih sedikit bingung dalam urusan financial planning ini. Dari hasil diskusi, pilihan kami jatuh pada asuransi pendidikan dari BNI Life.

Dengan usia Naufal yang saat itu masih bayi, alhamdulillah cukup banyak keuntungan yang diperoleh. Karena semakin cepat memulai akan semakin baik. Disamping untuk menenangkan hati juga. Rentang waktu pembayaran tahapan dana pendidikan di BNI Life ini disesuaikan dengan usia awal keikutsertaan. Kenapa? Karena target pembiayaannya panjang, sampai Naufal akan masuk kuliah nanti.

Karena kami memulai saat usianya 4 bulan maka lama pembayarannya panjang. Memang kesannya lama ya, bayar-bayar terus. Tapi jangan salah lho, justru ini menenangkan karena artinya nanti kami akan mendapat dana yang cukup besar saat-saat dibutuhkan.

Berikut skema masa pembayaran premi hingga pendidikan tinggi.

bni-life-education

Premi yang kami bayar tidak begitu besar. Karena penghasilan kami berdua saat itu masih pas-pasan. Pas buat makan dan menyambung hidup. Belum pas kalau untuk membeli kendaraan dan rumah tinggal. Tapi yang saat itu jadi prioritas kami memang pendidikan.

Kami bisa merasakan, betapa manfaat pendidikan hingga saat ini luar biasa besar. Tentu saja,  untuk anak-anak pun jangan sampai urusan ini dinomorduakan. Biarlah kami mengontrak dan ngangkot dulu. Asal tenang dalam urusan pendidikan anak.

Jadi sejak Desember 2004 kami resmi bergabung bersama BNI Life. Rutin membayar kenclengnya setiap bulan.

Perjalanan hidup kami selanjutnya dimudahkan oleh Allah, Alhamdulillah ‘ala kulli hal. Dan kami juga diberi kesempatan untuk berpindah-pindah beberapa tempat yang berbeda. Dari Bandung menuju ke Tangerang, Purwakarta, Tabalong hingga ke Queensland, Australia. Perjalanan hidup yang cukup berwarna, begitu juga perjalanan pendidikan anak-anak.

bni life

Naufal masuk SD di tahun 2010 saat kami tinggal di Tabalong, Kalimantan Selatan. Di bulan Desember 2009-nya dana pendidikannya cair dan masuk rekening tabungan BNI saya. Alhamdulillah, kami tidak perlu pusing-pusing ketika dia akan mendaftar sekolah. Dana cair lancar tanpa kendala, langsung masuk rekening secara otomatis.

Setahun kemudian kami pindah ke Emerald, Queensland, Australia. Naufal pindah sekolah di sebuah Public School milik penerintah sehingga tidak mengharuskan kami membayar apapun. Kini di usianya yang menjelang 12 tahun, kami sudah kembali ke tanah air. Dan kami baru saja menerima dana cair Desember 2015 lalu untuk biaya pendidikannya memasuki SMP.

Meski kini Naufal tidak lagi sekolah (melanjutkan homeschooling sekembalinya dari Australia), dana ini sangat bermanfaat. Uang sebesar 20% dari total dana asuransi yang kami dapat akhir tahun lalu digunakan untuk pembayaran sekolah digital art-nya Naufal di ESDA (Enspiring School of Digital Art) selama setahun penuh. Alhamdulillah, sekali lagi kekhawatiran biaya pendidikan yang tidak sedikit ini terselesaikan.

Jadi, dana pendidikan yang kami bayarkan ini akan cair setiap tertanggung (dalam hal ini Naufal) akan memasuki jenjang tertentu. Berikut kira-kira skema pencairan dananya:

 tahapan dana pendidikan

Pendidikan dan Masa Depan Anak

Untuk saat ini, kami berpikir proses pendidikan anak-anak yang cocok buat kami adalah homeschooling, pendidikan berbasis keluarga. Salah satu keuntungannya, kami bisa lebih fleksibel mengatur biaya pendidikan. Kami bisa memilih metode yang sesuai dengan minat anak, waktu yang tersedia dan kondisi finansial keluarga.

Tanpa perencanaan, urusan finansial ini akan menjadi obstacle dalam perjalanan hidup kami. Dan kami tidak ingin impian dan cita-cita anak-anak terhambat karena kami tidak cukup punya persiapan dana. Jangan sampai berhutang sana-sini untuk pendidikan, ini pikiran kami.

Alhamdulillah, kami cukup dini berpikir untuk mempersiapkan dana ini. Kami bersyukur bisa menjadi bagian dalam keluarga besar BNI. Tapi tidak ada kata terlambat juga kok kalau ingin memulai ketika anak-anak sudah masuk usia sekolah. Karena dalam hal ini, lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali, bukan?

image1 (1)

 

Share:

15 Comments

  1. May 31, 2016 / 7:27 pm

    Waaaah… Mbak Anne, baguus postingannya. Semoga berjodoh ya Mbak. Alhamdulilah keputusan yang dibuat bisa sesuai dengan tahapan yang dilalui. Semoga sukses Mbak Anne.

    • Anne Adzkia
      May 31, 2016 / 9:16 pm

      Tengkiu Daaan.

  2. May 31, 2016 / 11:32 pm

    bagus mbak anne, kan apa ku bilang, good luck ya, aku baru kenal BNI Taplus malah pas mahasiswa, dan baru kepikiran untuk tabungan Alfi kemarin-kemarin, semoga tidak telat

    • Anne Adzkia
      June 2, 2016 / 1:43 am

      Lha aku juga kan pas mahasiswa Ev. Cabangnya memang di kampusku, jadi urusan transfer uang bulanan dari ortu gampang deh.

  3. June 2, 2016 / 12:51 pm

    persiapan pendidikan anak harus dilakukan sedini mungkin ya mba…spy lebih ringan nantinya

    • Anne Adzkia
      June 2, 2016 / 2:05 pm

      Iya mbak Ophi betul bgt

  4. June 2, 2016 / 5:19 pm

    Kalo ngitung biaya kuliah nanti anak2 aku mba, banyak banget, dan makin mahal 😐
    Mba anne berarti anak2 sekolahnya juga pindah2 yah.
    Aku duduk di belakang anak mba Anne, ngobrol in english yaa mereka 🙂

    • Anne Adzkia
      June 2, 2016 / 5:24 pm

      Anak2ku skrg nggak sekolah mba, mereka belajar mandiri aka HS.

      • Uci
        June 10, 2016 / 4:36 am

        Yaa mba, aku udah tau anak mba HS hihii
        Maksudnya ketika SD 🙂

  5. June 2, 2016 / 5:27 pm

    Wah mbak Anne dari Naufal dikandungan sudah kepikir biaya pendidikan. Tapi emang kedepannya berguna bangat yach.

    • Anne Adzkia
      June 2, 2016 / 5:29 pm

      Iya Lin, ntar begitu juga ya. Soalnya penting juga buat stabilitas dan keamanan keluarga, hihihi.

  6. June 6, 2016 / 5:34 pm

    wah… dulu wkt msh kerja & lg hamil pernah ditawarin jg sm bni, tp ragu…
    ternyata bermanfaat bgt ya… jd nyesel saya…

    • Anne Adzkia
      June 6, 2016 / 11:37 pm

      Waah nggak telat juga kok mbak kalau mau mulai. Apalagi skrg ada yg syariah. Lebih aman buat kita.

  7. June 7, 2016 / 4:19 pm

    BNI ini memang lengkap ya layanannya, dari tabungan pensiun sampai tabungan pendidikan anak aja ada ^^

    • Anne Adzkia
      June 8, 2016 / 7:20 pm

      Iya mbak. Sekarang saya malah KPR juga di BNI Syariah. Lengkap kap kap.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *