Tips Menjaga Kesehatan Organ Kewanitaan Selama Menstruasi

Tips Menjaga Kesehatan Organ Kewanitaan Selama Menstruasi

Konon mahkota wanita yang paling berharga adalah rambut. Hmmm, nggak salah juga ya. Karena letaknya di paling atas bagian tubuh, maka pantas disebut mahkota. Namun, yang sangat berharga yang perlu dijaga kesehatannya sehingga layak disebut mahkota juga ada. Dialah organ kewanitaan kita.

Organ kewanitaan kita mempunyai beberapa fungsi yang menopang keberlangsungan kehidupan manusia. Karena di sanalah tempat awal kehidupan manusia. Perempuan boleh berbangga hati karena diberi kehormatan oleh Allah menjadi tempat pertama dimulainya peradaban. Luar biasa, ya.

Sebelum kita mengupas tentang problema kesehatan organ wanita dan bagaimana menjaganya, kita kenali dulu tentang organ reproduksi ini yuk.

Sistem reproduksi wanita memiliki organ-organ:

  1. Genitalia Externa (organ reproduksi luar) yang terdiri dari mons pubis, vulva, vagina, labia mayora, labia minora dan beberapa bagian lain.
  2. Genitalia Interna (organ reproduksi dalam) yang terdiri dari uterus, tuba falopii, ovarium, oviduct dan beberapa bagian lain.

Nah, pasti kita semua tahu bagian vagina. Iya, vagina merupakan bagian dari genitalia luar yang mempunyai 3 fungsi:

  1. Tempat keluarnya darah saat menstruasi.
  2. Tempat berhubungan seksual.
  3. Tempat keluarnya bayi saat dilahirkan.

Kalau yang belum menikah, pasti ngilu-ngilu gimana ya saat membaca ini. Tapi, apa yang akan saya share setelah ini baik untuk semua wanita, baik yang sudah menikah maupun yang belum. Karena berkaitan dengan kesehatan organ kewanitaan kita, terutama vagina.

Kenapa kita harus memperhatikan vagina? Ya, karena di sinilah pintu menuju genitalia interna. Dan banyak masalah di dalam sana, yang diawali dari masalah di vagina. Pertama, karena di dalam vagina terdapat sedikitnya 14 jenis flora normal (bakteri yang menguntungkan, namun bisa bersifat opportunistik. Iya, bisa berubah jadi patogen atau penyebab penyakit). Kedua, karena keluhan di dalam organ kewanitaan yang menimbulkan ketidaknyamanan biasanya terjadi di dalam vagina.

Vagina yang sehat mempunyai beberapa kriteria:

  1. PHnya berada dalam range 3,8 – 4,5.
  2. Bakteri yang ada di dalamnya merupakan flora normal, dimana yang mendominasi adalah laktobasilus. Laktobasilus bisa menekan pertumbuhan mikroorganisme yang patogen.
  3. Cairan vagina (sekret) nggak berbau, nggak menimbulkan gatal, jumlahnya gak banyak dan biasa muncul saat menjelang atau di akhir periode menstruasi.

Kadar keasaman vagina pada wanita muda, memang kondisinya asam. Sedangkan pada wanita menopause biasanya lebih basa.  Tapi, ada keadaan dimana kondisi keasaman ini berubah. Perubahan ini ada yang disebabkan karena kondisi sistemik (keadaan tubuh secara umum), perubahan siklus hormon normal (karena menstruasi atau kontrasepsi) atau karena kondisi patologis (hygiene kurang baik, kelembaban, iritasi, alergi atau penyakit lain).

Naah, karena kondisi pH vagina kita bisa berubah-ubah dan bisa jadi perubahan ini mengubah ekosistem flora normalnya, jadi kita harus memberi perhatian khusus. Perhatian khusus kita utamanya kita khususkan ketika kita sedang mengalami menstruasi atau ada tanda-tanda lain yang mengganggu.

Apa Yang Terjadi Saat Menstruasi

Alhamdulillah, hari Kamis lalu saya berkesempatan mendengar penuturan dr. Liva Wijaya SpOG tentang menjaga kesehatan organ kewanitaan, terutama di periode menstruasi. Dr Liva memberi gambaran beberapa kelainan yang bisa terjadi di organ kewanitaan, mulai dari masalah kebersihan hingga penyakit yang ditularkan melalui aktivitas seksual yang menyimpang. Saya sambil sedikit mengingat-ingat materi kuliah bertahun-tahun lalu yang sudah hampir lupa semuanya, hihi.

kesehatan-wanita

para pembicara yang keren-keren

Banyak yang dijelaskan oleh dr Liva. Saya coba urai sedikit demi sedikit ya.

Siklus menstruasi bulanan yang rutin kita alami, sedikit banyak mengubah kondisi lingkungan vagina. Yang terjadi di dalam vulva-vagina selama menstruasi diantaranya:

  1. PH sedikit meningkat
  2. Cairan mukus serviks berkurang
  3. Instabilitas flora vagina mungkin terjadi
  4. Terdapat alir balik darah ke peritonium

Sehingga kalau kita kurang memperhatikan kondisinya, atau cuek-cuek aja, bisa terjadi masalah. Salah satu masalah yang paling sering terjadi adalah infeksi jamur atau infeksi bakteri. Gejala awal yang terjadi adalah keputihan.

Keputihan juga ada yang normal dan patogen lho. Yang normal adalah keputihan yang terjadi di sekitar periode menstruasi, tidak berwarna, tidak gatal, tidak berbau dan tidak terlalu banyak. Kalau muncul gejala-gejala tersebut, artinya keputihannya sudah termasuk patogen atau penyakit dan harus diobati.

Dr. Liva menjelaskan, ada beberapa hal yang harus dilakukan saat menstruasi agar vagina kita tetap sehat:

  1. Mencuci daerah vulva (ini adalah daerah lebih luar dari vagina) dengan air bersih dan sabun yang nggak menimbulkan iritasi. Tambahan dari saya, kalau ada riwayat alergi, baiknya jangan pakai sabun. Air aja cukup.
  2. Nggak melakukan praktik douching/internal cleaning secara mandiri. Douching itu semacam memasukkan obat-obatan tertentu ke dalam vagina yang konon untuk membersihkan.
  3. Cuci dengan arah dari depan ke belakang, keringkan juga dari depan ke belakang. Kenapa gak boleh dari arah belakang? Karena di belakang ada lubang anus yang bakterinya beda. Kalau masuk ke vagina, bisa menimbulkan masalah pokoknya.
  4. Gunakan handuk/tissue sekali pakai. Harus kering lho ya, kalau yang lembab gak boleh dipake.
  5. Pakai celana dalam yang menyerap keringat dan gak terlalu ketat.
  6. Sering ganti celana, terutama kalau lembab.
  7. Ganti pembalut/panty liner maksimal 3-4 jam sekali.
  8. Nggak menggunakan bahan yang gak direkomendasikan dokter untuk area sekitar vagina, seperti losion, minyak atau bedak tertentu.
  9. Ganti tampon/cup berkala juga (3-4 jam sekali).
  10. Cuci tangan sebelum dan sesudah cebok dengan sabun.
  11. Cuci pakaian dalam yang baru dibeli.
  12. Nggak boleh saling meminjam celana dalam atau handuk.
  13. Hubungan seksual harus sehat, lakukan bersama pasangan yang halal dan sah saja.
  14. Cukup tidur, olahraga dan nutrisi. Hindari merokok dan minuman beralkohol.
  15. Rutin cek dokter, seperti papsmear secara berkala.

Nah, banyak kan PR kita. Jadi perempuan itu memang sedikit lebih ribet dan akui aja….high maintenance. Hahaha. Tapi semua kan demi kebahagian kita dan suami juga, ya nggak? Karena organ reproduksi kan bagian dari kesehatan.

Di bincang-bincang kesehatan organ kewanitaan ini, tidak hanya dr Levi yang hadir, namun juga ada dr. Merry Sulastri dan Alodita yang berbagi cerita tentang kesehatan organ reproduksi dan Betadine Feminine Hygiene.

betadine

dari kiri ke kanan: Adi, Alodita, dr Merry, dr Liva

Yuk, kita kenalan dengan Betadine Feminine Hygiene

Siapa nggak kenal Betadine, yang sudah dikenal selama 50 tahun di rumah sakit seluruh dunia. Siapa yang nggak punya Betadine di kotak P3Knya di rumah. Pasti semua kenal dan punya, deh. Kita semua percaya, saat luka yang dicari Betadine. Karena kandungan Povidon Iodine-nya memang mampu membunuh berbagai bakteri, virus dan jamur.

betadine feminine hygiene

Betadine Feminine Hygiene yang melindungi di saat menstruasi

Betadine Feminine Hygiene merupakan pembersih antiseptik kewanitaan sebagai desinfektan vagina untuk mengobati gejala iritasi ringan, gatal dan keputihan serta menjaga flora vagina normal tetap ada saat bekerja menurunkan infeksi hingga batas minimum.

Kalau melihat dari fungsinya, kita bisa tahu bahwa Betadine Feminine Hygiene bukanlah cairan pembersih yang perlu kita gunakan sehari-hari. Harus dicatat ya!

Jadi Betadine khusus wanita ini disarankan oleh dokter untuk digunakan saat risiko infeksi meningkat, misalnya saat mestruasi, keputihan, iritasi dan gatal. Bukan setiap hari.

Seperti yang sudah kita bahas sebelumnya bahwa saat menstruasi, vagina rentan terkena infeksi karena terjadi perubahan PH akibat kerja hormon. Dan saat PH berubah, ekosistem vagina juga berubah dan memungkinkan tumbuhnya bakteri-bakteri patogen. Untuk mencegahnya, bisa dengan menggunakan Betadine Feminine Hygiene produksi Mundipharma ini.

Cara pemakaiannya: Tuangkan 1 tutup botol (kira-kira 8 ml) Betadine Feminine Hygiene dan campurkan dengan kurang lebih 1 liter air bersih. Basuhkan pada area kewanitaan, biarkan selama sekitar 1 menit baru kemudian dibilas kembali dengan air bersih. Gunakan setiap mandi pada periode menstruasi.

Jika ada tanda-tanda infeksi seperti gatal dan keputihan, gunakan 2x sehari selama 5 hari berturut-turut. Kalau gejala masih muncul, hubungi dokter yaa. Jangan dibiarkan aja, karena artinya bakterinya sudah semakin aktif dan perlu penanganan khusus.

Menjaga kesehatan organ kewanitaan, saat atau diluar periode menstruasi ini sangat penting. Karena berkaitan dengan kesehatan umum dan produktifitas kita sehari-hari. Apalagi sebagai perempuan (sok) sibuk, gak boleh ada gangguan sepele seperti gatal-gatal vagina. Hiiiyyyyy, jangan sampe ya.

Yuk, jaga kesehatan organ kewanitaan dengan seksama dengan Betadine Feminine Hygiene.

blogger perempuan

numpang narsis usai acara ;D

 

Share:

19 Comments

  1. October 11, 2016 / 8:58 am

    Itu fotonya wanita berkacamata semua hehe… semuanya saya kenal lewat blog 🙂
    saya kira kalo mens itu gak boleh pake pembersih, ternyata malah dianjurkan ya mba 🙂
    makasih infonya 🙂

    • Anne Adzkia
      October 12, 2016 / 5:53 am

      Kalau gak ada keluhan sih menurutku gak perlu rutin mbak. Pembersih ini hanya dipakai kalau mulai terasa ada gangguan.

  2. October 11, 2016 / 9:03 am

    oke makasih ya kla infony jadi nambah pengetahuan lagi tentang kebersihan wanita

    • Anne Adzkia
      October 12, 2016 / 5:54 am

      Siap. Makasih sudah mampir

  3. October 11, 2016 / 4:58 pm

    Ooooo… ini yang bareng Lidya kemarin itu ya. Infonya lengkap dan semoga banyak yang mendapatkan manfaatnya ya Anne.

    • Anne Adzkia
      October 12, 2016 / 5:54 am

      Iya Dan. Bareng dengan acaranya Dani yg tentang keuangan ya.

  4. October 11, 2016 / 5:39 pm

    Baru mau komen eh di bagian akhir ngeliat foto akuh..asyik..narsis dimari deh

    • Anne Adzkia
      October 12, 2016 / 5:55 am

      Hihihi..iya dong. Bukti kehadiran itu adalah foto narsis 😀

  5. October 12, 2016 / 8:17 am

    Mbaaaaak, ya masa saling pinjem2an celana daleeeem *horror*

    • Anne Adzkia
      October 12, 2016 / 8:53 am

      Yakali pas nginep2an lupa bawa.

  6. October 12, 2016 / 2:15 pm

    Wah infonya lengkap, nambah lagi ilmu. Makasih ya teh Anne ulasannya.

    • Anne Adzkia
      October 12, 2016 / 2:16 pm

      Mangga, sami-sami

  7. October 13, 2016 / 9:40 am

    Ilmunya bermanfaat banget ini mba buat kita kita

  8. October 15, 2016 / 10:01 am

    aku jarang sih keputihan, alhamdulillah tp memang menjelang menstruasi biasanya suka keputihan ringan…mejaga kebersihan area V ternyata penting banget nih

  9. October 29, 2016 / 7:25 am

    yang belum nikah baca ini juga gak apa-apa walau ngilu, organ kewanitaan kita memang harus dijaga, biar suami senang kita juga tenang :p

  10. Mutiara
    November 2, 2016 / 9:00 am

    kalao buat ibu hamil gimana tuh,,, suka was2 klo mau pake produk pembersih kewanitaan,,,

    • Anne Adzkia
      November 11, 2016 / 7:06 pm

      Kalo ibu hamil, jika tdk ada keluhan keputihan tdk perlu pakai ini mbak.

  11. Adys
    February 2, 2017 / 8:03 pm

    Kalo lagi haid tp tidak menimbulkan gejala keputihan atau gatal2 bisa di pake 2x sehari atau sehari 1x aja mba?

    • Anne Adzkia
      February 2, 2017 / 9:26 pm

      Baiknya gak usah. Kalau muncul keluhan bari dipakai. Kalopun mau preventif sesekali aja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *